Dolar Menguat, Harga Emas Antam (ANTM) Susut Jadi ke Rp 2,774 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Selasa (2/6/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,774 juta atau turun Rp 25.000 dari Senin (1/6/2026) Rp 2,799 juta per gram setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,584 juta atau turun Ro 25.000 dari sebelumnya Rp 2,609 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang turun pada Senin (2/6/2026). Harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.517,37 per ons. Sebelumnya, logam mulia tersebut sempat menyentuh level tertinggi dalam dua pekan pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS turun 1,9% dan ditutup pada level US$ 4.506,30 per ons.
Baca Juga
Harga Emas UBS, Antam, dan Galeri24 Kompak Menguat
Tekanan emas semakin besar setelah dolar AS menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Penguatan mata uang AS membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Iran menyatakan telah menyerang pangkalan udara Amerika Serikat (AS) sebagai respons atas serangan militer AS terhadap sejumlah target di Iran pada akhir pekan lalu.
Kantor berita Iran, Tasnim, melaporkan tim negosiasi Iran juga menghentikan pertukaran pesan dengan Amerika Serikat yang sebelumnya dilakukan melalui mediator. Langkah tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Pada saat yang sama, harga minyak melanjutkan kenaikan karena pasar khawatir gangguan pasokan energi dapat terjadi apabila konflik terus berlanjut. Lonjakan harga minyak berpotensi mempercepat inflasi global sehingga mendorong bank sentral mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga.
Menurut alat FedWatch milik CME Group, pelaku pasar memperkirakan terdapat peluang sekitar 56% bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan melakukan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.
Meski selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, daya tarik emas cenderung berkurang ketika suku bunga berada pada level tinggi. Berbeda dengan obligasi atau instrumen berbunga lainnya, emas tidak memberikan imbal hasil sehingga menjadi kurang menarik bagi investor dalam lingkungan suku bunga yang tinggi.
Perhatian pelaku pasar kini beralih pada serangkaian data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan ini. Investor juga menunggu pernyataan sejumlah pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya.
Baca Juga
Emas Antam (ANTM) Bertahan di Rp 2,799 Juta, Geopolitik Jadi Sorotan
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,437 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,774 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,488 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,207 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,645 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,235 juta
- Emas 25 gram: Rp 67,962 juta
- Emas 50 gram: Rp 135,845 juta
- Emas 100 gram: Rp 271,612 juta
- Emas 250 gram: Rp 678,765 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,357,320 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,714,600 miliar.

