PHE Amankan Pasokan Gas hingga 2030, Produksi Migas dan Industri Diuntungkan
Poin Penting
|
TANGERANG, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui afiliasinya, PT Pertamina EP, menandatangani dua perjanjian jual beli gas (PJBG) dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Cikarang Listrindo di sela penyelenggaraan Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pekan lalu. Kerja sama tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi sekaligus menjamin pasokan energi bagi sektor industri.
Penandatanganan perjanjian pertama dilakukan antara PT Pertamina EP dan PT Pertamina Hulu Rokan untuk pasokan gas bumi yang berasal dari Wilayah Kerja Pertamina EP Zona 4/Aset 2. Gas tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi minyak dan gas bumi di wilayah operasi Pertamina Hulu Rokan.
Baca Juga
Booth PHE Jadi Favorit di IPA Convex 2026, Raih 3 Penghargaan
Total volume kontrak dalam kerja sama tersebut mencapai 37.981 BBTU dengan masa penyaluran mulai Januari 2026 hingga terpenuhinya total kontrak atau paling lambat 31 Desember 2030. Adapun volume penyaluran direncanakan sebesar 11 BBTUD pada 2026, meningkat menjadi 30 BBTUD pada 2027, kemudian sebesar 21 BBTUD pada periode 2028 hingga 2030.
Corporate Secretary PHE Hermansyah Y. Nasroen mengatakan, kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memastikan pemanfaatan gas bumi memberikan nilai tambah bagi penguatan operasional sektor hulu migas nasional.
“Melalui sinergi ini, Kami terus mendorong optimalisasi pemanfaatan gas dari aset produksi untuk mendukung peningkatan lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi. Kolaborasi antar entitas di lingkungan Pertamina Group menjadi kunci dalam memastikan sumber daya energi dikelola secara maksimal dan berkelanjutan,” ujarnya dikutip Sabtu (30/5/2026).
Selain memasok kebutuhan operasi hulu migas, PT Pertamina EP juga menandatangani PJBG dengan PT Cikarang Listrindo untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di kawasan industri Cikarang.
Gas yang berasal dari struktur Akasia Bagus akan disalurkan ke pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang melayani kawasan industri Jababeka dan MM2100. Volume pasokan gas dalam kerja sama tersebut mencapai 6,18 MMSCFD. Pasokan itu diharapkan mampu mendukung operasional pembangkit sekaligus menjaga keandalan energi bagi sektor manufaktur dan industri yang beroperasi di kawasan tersebut.
Baca Juga
PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Kembangkan CCS RI-Korsel, Potensi Investasi US$ 600 Juta
Kerja sama ini juga menjadi bagian dari upaya pemanfaatan gas bumi domestik yang lebih optimal sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi berbagai sektor pengguna energi.
Melalui kedua perjanjian tersebut, PHE menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan pengelolaan sumber daya gas bumi nasional. Langkah itu dilakukan tidak hanya untuk mendukung peningkatan produksi migas, tetapi juga menjamin kebutuhan energi industri dalam rangka memperkuat ketahanan energi nasional secara berkelanjutan.

