Bidik Proyek Migas hingga ke Irak, Pertamina Drilling Gandeng Halliburton
Poin Penting
|
TANGERANG, Investortrust.id - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), perusahaan jasa pengeboran migas milik negara, menjalin kerja sama strategis dengan PT Halliburton Indonesia melalui penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Tangerang, pekan lalu. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan bisnis jasa penunjang pengeboran migas, geotermal, dan migas nonkonvensional, termasuk ekspansi proyek di pasar internasional.
Pertamina Drilling dan Halliburton turut mendiskusikan potensi kerja sama pada proyek West Qurna Block di Irak.
Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan, kerja sama dengan Halliburton menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas bisnis layanan rig onshore dan offshore di pasar global. Peluang pengembangan proyek energi masih terbuka lebar, termasuk di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga
“Kerja sama ini menunjukkan komitmen Pertamina Drilling untuk terus memperkuat kapabilitas dan memperluas ekspansi bisnis internasional. Kami melihat peluang besar dalam pengembangan proyek migas, geotermal, maupun migas nonkonvensional, termasuk potensi kerja sama di kawasan Timur Tengah,” ujar Avep dikutip Kamis (28/5/2026).
Ia menambahkan, sinergi dengan Halliburton diharapkan dapat mendorong transfer teknologi, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperkuat daya saing industri jasa pengeboran nasional di pasar global.
Kerja sama antara Pertamina Drilling dan Halliburton Indonesia mencakup berbagai layanan penunjang industri energi. Lingkupnya, meliputi rig services, project management, fracturing services, directional drilling, drilling bits, measurement while drilling (MWD), logging while drilling (LWD), hingga layanan drilling fluids dan cementing services.
Selain itu, kedua perusahaan juga membuka peluang kerja sama pada layanan wireline dan tubing conveyed perforating services, drill stem test dan surface well test services, liner hanger, wellhead equipment and services, hingga H2S, fishing, dan coring services.
Dalam pembahasan lanjutan MoU tersebut, Pertamina Drilling dan Halliburton turut mendiskusikan potensi kerja sama pada proyek West Qurna Block di Irak. Halliburton membuka peluang pembahasan lebih lanjut terkait sejumlah layanan yang berpotensi didukung Pertamina Drilling, seperti fishing services, centrifuge services, coring services, dan casing running services.
Pertamina Drilling menyatakan kesiapan mendukung kebutuhan operasional Halliburton melalui penyediaan layanan, personel, dan dukungan teknis sesuai kebutuhan proyek. Kedua perusahaan juga sepakat melanjutkan pembahasan lebih rinci terkait ruang lingkup pekerjaan, kebutuhan teknis, skema komersial, hingga mekanisme kerja sama untuk proyek di Irak.
Presiden Direktur Halliburton Indonesia Ankush Bhalla mengatakan, pihaknya menyambut positif penguatan kerja sama dengan Pertamina Drilling, khususnya dalam menjajaki peluang proyek internasional.
Baca Juga
Pertamina Hulu Buka Peluang Investasi 22 Struktur Prospektif Migas
“Kami melihat Pertamina Drilling memiliki pengalaman dan kapabilitas yang dapat mendukung kebutuhan operasional Halliburton, termasuk untuk proyek-proyek strategis di luar negeri. Kami berharap kolaborasi ini dapat berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan,” kata Ankush.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut turut disaksikan Komisaris Utama PT Pertamina Internasional EP (PIEP) Dharmawan H Samsu, Direktur Utama PIEP Syamsu Yudha, serta jajaran manajemen PIEP lainnya.

