Danantara Indonesia Trust Gandeng Kemenkes hingga Filantropi, Garap Isu Stunting dan Pendidikan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Danantara Indonesia Trust (DIT), yayasan filantropi di bawah naungan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), resmi memulai langkah strategisnya dalam pembangunan sosial. Pada Senin (25/5/2026), DIT meneken nota kesepahaman (MoU) kemitraan perdana yang menyasar tiga sektor krusial, yakni kesehatan, pendidikan, dan literasi budaya.
Kemitraan ini melibatkan tiga institusi besar, yakni Kementerian Kesehatan RI, yayasan beasiswa Karya Salemba Empat (KSE), serta Museum dan Cagar Budaya (Indonesia Heritage Agency).
Pembina Danantara Indonesia Trust, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa pembentukan yayasan ini bertujuan agar pengelolaan aset negara memiliki dampak sosial langsung bagi masyarakat.
"Danantara Indonesia didirikan bukan hanya untuk mengelola aset dan investasi negara, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan sosial. Kami percaya penciptaan nilai jangka panjang harus berjalan seiring dengan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Rosan.
Penandatanganan yang berlangsung di Wisma Danantara Indonesia ini disaksikan langsung oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menambahkan bahwa kolaborasi ini akan menjadi fondasi bagi DIT untuk menjadi platform yang memobilisasi aksi kolektif dalam skala besar di seluruh penjuru Tanah Air.
Salah satu poin utama dalam kerja sama ini adalah dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang kesehatan.
Baca Juga
Bersama Kemenkes, DIT akan berfokus pada perbaikan gizi ibu dan anak guna menekan angka *stunting* yang saat ini masih berada di angka 19,8%. Bentuk dukungan yang diberikan meliputi penyediaan vaksin heksavalen untuk melindungi jutaan anak dari penyakit menular.
Kemudian penguatan infrastruktur rantai dingin (cold chain) vaksin. Selain itu ada pemberian suplemen ‘Multiple Micronutrient’ bagi ibu hamil untuk mencegah kematian ibu dan anak.
Langkah ini diambil mengingat angka kematian ibu di Indonesia masih mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup, salah satu yang tertinggi di wilayah ASEAN.
Di sektor pendidikan, DIT menggandeng Karya Salemba Empat untuk memberikan beasiswa selama tiga tahun bagi 500 mahasiswa kurang mampu di seluruh Indonesia.
Program ini tidak hanya mencakup bantuan finansial, tetapi juga pendampingan (mentoring) dan pengembangan kepemimpinan guna menjawab tantangan tingginya angka kaum muda yang tidak bersekolah maupun bekerja (NEET).
Sementara itu, untuk memperkuat identitas bangsa, DIT bekerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya untuk mengembangkan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust di Museum Nasional. Fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan akses publik terhadap pengetahuan dan literasi budaya.
Danantara Indonesia Trust sendiri resmi berdiri sejak Oktober 2025. Yayasan ini mengemban mandat unik untuk mengalokasikan sebagian dividen dari Danantara Indonesia—lembaga pengelola investasi berpayung UU Nomor 1 Tahun 2025—ke dalam berbagai inisiatif sosial strategis.

