PHE Gandeng ExxonMobil dan SK Group Kembangkan CCS RI-Korsel, Potensi Investasi US$ 600 Juta
Poin Penting
|
TANGERANG, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding upstream Pertamina, bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani joint study agreement (JSA) untuk menjajaki pengembangan proyek transboundary carbon capture and storage (CCS) atau penangkapan dan penyimpanan karbon lintas negara antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel).
PHE memperkirakan proyek CCS lintas batas ini berpotensi menarik investasi kumulatif hingga US$ 600 juta ke Indonesia sebagai negara penyedia kapasitas penyimpanan karbon.
Baca Juga
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026). Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengembangan ekosistem CCS regional di Asia Pasifik sekaligus mendorong posisi Indonesia sebagai salah satu pusat penyimpanan karbon di kawasan.
Penandatanganan JSA dilakukan oleh Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi, President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited Egon E Van Der Hoeven, Vice President SK Innovation Jongmun Lee, dan Vice President SK Earthon Dooyun Park.
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen mengatakan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri penangkapan dan penyimpanan karbon nasional sekaligus memperkuat kolaborasi bisnis rendah karbon di tingkat internasional.
“Melalui kolaborasi strategis ini, PHE bersama mitra global berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem CCS yang terintegrasi di Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan CCS di kawasan Asia Pasifik,” ujar Hermansyah dikutip Minggu (24/5/2026).
Kesepakatan studi bersama tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan memorandum of understanding (MoU) yang dilakukan sebelumnya di Korea Selatan pada Selasa (1/4/2026) dalam agenda Indonesia-Korea Business Forum.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan terhadap potensi CCS Indonesia, termasuk melalui pengembangan teknologi, sinergi antarindustri, dan penguatan kerja sama lintas negara di kawasan Asia Pasifik.
Dalam ruang lingkup kerja sama tersebut, para pihak akan melakukan studi pendahuluan dan studi kelayakan terkait proyek cross-border CCS. Proyek ini mencakup pengiriman karbon dioksida atau CO2 dari Korea Selatan ke CCS Hub Asri Basin di Indonesia untuk disimpan secara aman.
Selain itu, kerja sama juga mencakup pertukaran informasi, teknologi, dan pengetahuan terkait rantai nilai CCS atau CCS value chain. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat kesiapan Indonesia dan Korea Selatan dalam membangun bisnis CCS regional.
Kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kerangka kerja CCS lintas batas yang lebih terintegrasi di kawasan, termasuk dalam aspek regulasi, standar teknis, serta pengembangan industri pendukung CCS di Indonesia.
Baca Juga
Booth PHE Jadi Favorit di IPA Convex 2026, Raih 3 Penghargaan
Apabila proyek tersebut terealisasi, kata Hermansyah, PHE memperkirakan proyek CCS lintas batas ini berpotensi menarik investasi kumulatif hingga US$ 600 juta ke Indonesia sebagai negara penyedia kapasitas penyimpanan karbon.
Selain investasi, proyek tersebut juga diperkirakan mampu menciptakan hingga 2.000 lapangan kerja selama fase konstruksi untuk setiap kapasitas penyimpanan CO2 sebesar satu juta ton per tahun atau million tonnes per annum (MTPA).

