Workshop ION Rampung, Peserta Pamerkan Platform E-Commerce dengan Asistensi AI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Lokakarya (workshop) Indonesia Open Network (ION) rampung digelar pada Jumat (22/5/2026). Sejumlah peserta dari perusahaan teknologi dan pengembang situs web mempresentasikan aplikasi yang mereka bangun di atas platform ION selama empat hari ini.
Presentasi mencakup solusi e-commerce yang mengaktifkan layanan suara dari kecerdasan buatan (AI) dengan kemampuan multibahasa. Ada pula sistem manajemen rantai pasok, layanan kredit dan keuangan untuk UMKM, aplikasi pasar penjual, hingga platform UMKM untuk menghubungkan bisnis lokal.
Baca Juga
Targetkan 1 Juta UMKM, ION Siapkan Revolusi Perdagangan Digital dengan Biaya Rendah
Para pengembang mendemonstrasikan jaringan ION sebagai akses demokratis ke e-commerce, karena siapa pun bisa membuat aplikasi penjual sendiri dan terhubung dengan pembeli di seluruh Indonesia.
Dalam sesi presentasi, salah satu peserta asal India menunjukkan berbagai fitur yang dikembangkan di atas jaringan ION. Fitur ini meliputi pencarian suara multibahasa, manajemen pesanan berbasis AI, hingga penerbitan produk yang dapat dilakukan secara lebih cepat dan terintegrasi.
Teknologi pencarian suara itu dirancang mampu mencari berbagai jenis produk di seluruh jaringan ION, melalui satu bilah pencarian yang dapat disematkan pada berbagai aplikasi.
Pengembang juga memamerkan solusi AI yang dirancang untuk membantu pelaku usaha mengelola pesanan dan operasional bisnis. Dalam demonstrasi, pengguna dapat mencari sekaligus membandingkan produk menggunakan perintah suara.
“Platform ini juga mendukung penempatan pesanan, pelacakan distribusi, hingga layanan multibahasa untuk mempermudah transaksi beragam pelanggan,” ujar peserta asal India tersebut di Gedung Smesco, Jumat (22/5/2026).
Operator platform kemudian menjelaskan ekosistem ION memungkinkan merek maupun pelaku usaha mendorong penjualan melalui kampanye, yang terintegrasi dengan sistem bisnis mereka. Konsumen nantinya dapat menemukan produk dari berbagai penjual dalam satu jaringan yang saling terkoneksi.
Sistem tersebut juga dilengkapi kemampuan rekonsiliasi inventaris di berbagai marketplace untuk membantu efisiensi pengelolaan stok dan distribusi barang.
Peserta lain dari tim Pasar Digital (PaDi) UMKM turut mempresentasikan studi kasus integrasi marketplace, serta peran mereka sebagai mitra akselerator dalam pengembangan jaringan kredit di ekosistem ION.
Baca Juga
CEO PIDGE Sebut ION Bisa Jadi Jembatan Bagi Ekosistem Bisnis UMKM RI
Pada saat bersamaan, diperkenalkan pula sistem manajemen kampanye yang bekerja sama dengan influencer dan kreator media sosial di Indonesia, dengan fokus pada penjualan dan optimalisasi konversi.
“ION dirancang sebagai ekosistem, bukan sekadar aplikasi, kami mengerti bahwa perlu adopsi proses yang sudah ada di Indonesia,” ujar Advisory Council Member ION, T. Koshy.
ION dijadwalkan akan melakukan peluncuran resmi (Go Live) pada Juli 2026 mendatang. Fase uji coba akan difokuskan pada beberapa kota besar seperti Bandung, Bogor, dan Bali.
Target berikutnya, pada Januari 2027, ION diharapkan sudah beroperasi secara penuh di seluruh pelosok Indonesia, menciptakan pasar digital yang lebih inklusif dan kompetitif bagi seluruh lapisan pelaku usaha.

