Prabowo Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha, Menteri UMKM Siapkan Strategi Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong lahirnya generasi pengusaha baru di Tanah Aie. Langkah ini merupakan bagian dari program prioritas Pro-Kesra yang dicanangkan Presiden untuk menciptakan 10 juta pengusaha sekaligus membuka lapangan kerja luas.
Maman meluruskan persepsi mengenai arahan Presiden agar anak muda tidak hanya terpaku menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurutnya, semangat yang diusung adalah diversifikasi profesi agar banyak peluang lapangan pekerjaan lainnya ikut terbuka.
"Bukan berarti tidak boleh jadi ASN. Tapi kalau bisa, jangan semua jadi ASN, ada juga yang menjadi entrepreneur," ujar Maman saat ditemui di kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Maman menjelaskan pertumbuhan jumlah wirausaha memiliki efek domino yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Ia menjabarkan seorang pengusaha tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri, melainkan juga mampu menyerap tenaga kerja melalui perekrutan karyawan dan pegawai.
"Semakin banyak pengusaha yang muncul di Tanah Air, tentunya ekonomi akan semakin bergerak karena mereka memiliki karyawan dan pekerja. Itulah semangat Pak Presiden, agar ekonomi mulai tumbuh di daerah-daerah," jelasnya.
SAPA UMKM Sebagai Solusi Terintegrasi
Untuk memfasilitasi target besar tersebut, Kementerian UMKM bersama Bappenas menyiapkan platform SAPA UMKM sebagai pendampingan bagi masyarakat yang ingin memulai usaha. Platform ini dirancang sebagai layanan satu pintu yang mencakup seluruh tahapan pengembangan bisnis.
Baca Juga
Pemerintah Luncurkan Platform SAPA UMKM untuk Integrasi Satu Data dan Layanan Terpadu
Maman menyatakan kehadiran SAPA UMKM merupakan tindak lanjut dari blueprint besar Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disusun oleh Bappenas. Tujuannya adalah menciptakan sistem satu data yang dinamis guna memastikan setiap intervensi dan program pemerintah tepat sasaran.
"Ini adalah sistem satu data yang bersifat dynamic. Artinya ter-update aktivitas semua pengusaha mikro terpantau secara real-time dalam sistem ini," ujar Maman.
Mengingat jumlah pengusaha UMKM di Indonesia yang mencapai kisaran 57 juta, Maman menegaskan metode konvensional tidak lagi memadai. Melalui SAPA UMKM, pengusaha dari pelosok daerah, seperti Papua, kini dapat mengakses informasi pasar hingga Sumatera atau mengurus legalitas tanpa kendala birokrasi yang rumit.
Beberapa fitur layanan utama yang diintegrasikan dalam sistem ini meliputi akses pembiayaan, sertifikasi dan legalitas, akaes pemasaran hingga Satu Data berbasis NIK atau NIB.
Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencananya membuka pendidikan kewirausahaan atau enterpreneurship. Tak hanya itu, Prabowo juga bakal memberikan modal usaha kepada para lulusan pendidikan tersebut.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) di ruang rapat paripurna DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Prabowo mengatakan, pemerintah memerlukan inisiatif, inovasi, persaingan, keberanian mengambil risiko, managerial yang baik yang merupakan sisi terbaik dari ekonomi pasar bebas. Pemerintah juga terus berupaya menumbuhkan para pengusaha muda.
"Untuk itu, pemerintah ingin membuka pendidikan-pendidikan kewirausahaan, pendidikan entrepreneurship," katanya.
Kepala Negara menyatakan, anak muda Indonesia harus berani bersaing di dunia usaha. Prabowo tidak ingin seluruh anak muda berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN).
"Kita ingin anak-anak muda, jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah, tetapi harus berani untuk bersaing dengan dunia usaha lain," katanya.

