Bagikan

James Riady: Di Tengah Gejolak Geopolitik, Indonesia Jadi Pusat Peluang Investasi Global

Poin Penting

James Riady sebut Indonesia jadi pusat perhatian dunia berkat mineral kritis dan stabilitas pasar.
Forum Kadin dihadiri 58 Duta Besar guna memperkuat kolaborasi ekonomi di tengah krisis global.
Danantara dan Kadin Indonesia berperan strategis mempercepat investasi dan transformasi ekonomi.

JAKARTA, Investortrust.id — Ketidakpastian geopolitik global. —perang dagang, gangguan rantai pasok, hingga krisis energi— justru menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam peta ekonomi dunia. Dengan kekuatan pasar domestik, bonus demografi, sumber daya alam melimpah, serta kebutuhan global terhadap mineral kritis dan energi, Indonesia dinilai semakin menjadi pusat perhatian investor internasional.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin Indonesia, James T. Riady, dalam acara Kadin Indonesia Monthly Diplomatic Economic Breakfast di Auditorium Lantai 3 Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (08/05/2026). Acara tersebut menghadirkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM RI sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani, serta Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie. Kegiatan ini juga dihadiri puluhan duta besar dan anggota korps diplomatik, pimpinan Kadin daerah, pelaku usaha, serta pejabat pemerintah.

James mengatakan, dunia saat ini menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, pergeseran rantai pasok global, krisis keamanan energi, meningkatnya proteksionisme, hingga perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. “Today, economics and geopolitics are deeply intertwined,” kata James Riady.

Menurut dia, di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, dialog, kepercayaan, dan kerja sama ekonomi menjadi semakin penting. Ia menyebutkan tingginya antusiasme peserta dalam forum tersebut mencerminkan kebutuhan dunia internasional terhadap komunikasi dan kolaborasi ekonomi yang lebih erat dengan Indonesia.

James mengungkapkan, lebih dari 250 peserta hadir dalam acara tersebut, termasuk sekitar 58 duta besar dan anggota korps diplomatik, 20 ketua Kadin daerah dari berbagai wilayah Indonesia, pimpinan kementerian, kamar dagang asing, pimpinan komite bilateral, hingga komunitas bisnis nasional dan internasional.

Baca Juga

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 5,61%, Ketua Kadin: Peluang Investasi di Daerah Makin Besar

Menurut James, posisi Indonesia saat ini semakin strategis karena dunia sedang mencari pusat pertumbuhan ekonomi baru, tujuan investasi baru, sumber keamanan energi, dan pasokan mineral kritis untuk mendukung transformasi industri global.“Indonesia continues to stand in a position of strategic relevance and long-term opportunity,” ujar dia.

James menilai Indonesia tetap menjadi salah satu emerging market terbesar dunia dengan kekuatan demografi yang besar, sumber daya alam melimpah, dan permintaan domestik yang terus tumbuh. Karena itu, menurut dia, kehadiran institusi seperti Danantara Indonesia menjadi semakin penting dalam mempercepat transformasi ekonomi jangka panjang Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Rosan Roeslani, demikian James, Danantara memiliki peran strategis dalam mengakselerasi investasi, memperkuat kepercayaan investor, dan mendorong pembangunan ekonomi nasional.

James juga menegaskan pentingnya peran Kadin Indonesia di bawah kepemimpinan Anindya Bakrie sebagai jembatan antara pemerintah dan dunia usaha, antara mitra internasional dan peluang daerah, serta antara visi ekonomi dan implementasi nyata di lapangan. “Kadin must continue to play its role as a bridge between government and business, between international partners and regional opportunities, and between economic vision and practical execution on the ground,” katanya.

Kadin Monthly Economic Diplomatic Breakfast di Jakarta, Jumat (8/5/2026). Primus Dorimulu

Menurut James, forum Diplomatic Economic Breakfast bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan platform strategis untuk membangun hubungan ekonomi, memperkuat engagement internasional, dan mendorong kolaborasi konkret. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rosan Roeslani yang telah memfasilitasi penyelenggaraan acara di Wisma Danantara Indonesia.

James menyebut Rosan tidak hanya berperan sebagai Menteri Investasi dan CEO Danantara, tetapi juga mantan Ketua Umum Kadin Indonesia yang memiliki kontribusi besar terhadap penguatan hubungan dunia usaha nasional dan internasional.

Dalam kesempatan itu, James juga mengapresiasi kepemimpinan Anindya Bakrie yang dinilai terus memperkuat peran Kadin Indonesia baik di tingkat nasional maupun global. Forum tersebut ditutup dengan sesi diskusi bisnis, networking diplomatik, serta sejumlah sesi foto bersama antara pimpinan Kadin, para duta besar, kepala daerah, kamar dagang asing, dan pelaku usaha nasional.

Di tengah dunia yang semakin dipenuhi ketidakpastian geopolitik dan fragmentasi ekonomi, James Riady menegaskan bahwa masa depan tidak lagi dibangun hanya oleh kekuatan negara, tetapi oleh kemampuan membangun dialog, kepercayaan, dan kolaborasi lintas batas. Dan di tengah perubahan global itu, Indonesia ingin berdiri bukan sekadar sebagai pasar besar, tetapi sebagai pusat pertumbuhan dan mitra strategis dunia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024