Met Connex 2026 Siap Digelar, CEO Freeport hingga Amman Bakal Kupas Masa Depan Industri Tambang RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Ajang MetConnex-Mine Aidic 2026 kembali digelar tahun ini dengan fokus memperkuat sinergi sektor pertambangan dan metalurgi nasional di tengah tuntutan transisi energi global dan hilirisasi industri.
Head of Committee MetConnex 2026 Bara Dipolyadi mengatakan MetConnex sendiri merupakan singkatan dari Metallurgy Conference and Exhibition, yang menjadi wadah kolaborasi antara praktisi industri, akademisi, regulator, hingga pelaku usaha untuk membahas arah pengembangan industri mineral dan metalurgi Indonesia.
“MetConnex ini sebagai platform untuk menghubungkan para ahli, praktisi industri, akademisi, serta pemegang kebijakan untuk berdiskusi tentang perkembangan teknologi dan strategi industri mineral ke depan,” ujar Bara dalam acara Media Luncheon MetConnex 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Dia menjelaskan, penyelenggaraan tahun ini menjadi edisi ketiga setelah sebelumnya digelar pada 2019 dan 2022. Pada 2026, MetConnex berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Tambang guna memperkuat integrasi sektor pertambangan dan pengolahan mineral yang dinilai saling berkaitan erat.
“Pada dasarnya antara tambang dan mineral processing itu satu sama lain berkaitan. Dan kita memang harus berkolaborasi,” jelas Bara.
Acara akan berlangsung selama tiga hari pada 11–13 Mei 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC). Salah satu agenda baru yang menjadi pembeda tahun ini adalah technical workshop gratis bagi profesional tambang dan metalurgi.
Baca Juga
MET CONNEX 2026: Memperkuat Ekosistem Pengolahan Mineral Indonesia
Menurut Bara, workshop tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas teknis para engineer dan operator melalui kombinasi pengalaman lapangan dan pemahaman teoritis.
“Kami ingin memberikan free training dengan harapan kombinasi pengalaman lapangan dan teori bisa memperluas wawasan serta memberikan kontribusi saat mereka kembali ke tempat kerjanya,” jelasnya.
Selain workshop teknis, MetConner-Mine Aidic 2026 juga akan menghadirkan talk show para petinggi perusahaan tambang besar nasional, seperti PT Freeport Indonesia, PT Amman Mineral Nusa Tenggara, MIND ID (Inalum), PT Arutmin Indonesia, hingga Arsari Tambang.
Para CEO perusahaan tambang tersebut akan membahas strategi industri menghadapi tantangan global, mulai dari volatilitas harga komoditas, dekarbonisasi, hingga transformasi menuju industri hijau.
Mengusung tema “Strengthening Indonesia's Metallurgy Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness”, forum ini juga diarahkan untuk memperkuat ekosistem hilirisasi nasional melalui integrasi sektor hulu dan hilir.
Di tengah percepatan transisi energi global, integrasi antara sektor pertambangan dan pengolahan mineral dinilai menjadi faktor penting untuk menciptakan industri yang efisien, bernilai tambah tinggi, dan berdaya saing global.
Melalui forum ini, para pemangku kepentingan diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi terbaru, meningkatkan efisiensi proses industri, sekaligus memastikan praktik bisnis yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Dengan sinergi yang kuat antara sektor pertambangan dan metalurgi, Indonesia diharapkan dapat terus melangkah menuju industri yang lebih modern, berkelanjutan, dan kompetitif secara global,” tutup Bara.

