IHSG Awal November Anjlok Parah, Tapi 5 Saham Ini ARA hingga PANI Cetak Tertinggi
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (1/11/2024), ditutup anjlok sebanyak 68,76 poin (0,91%) menjadi 7.505,26. Bahkan, IHSG sempat turun menyentuh level 7.485 dengan nilai transaksi Rp 9,46 triliun.
Koreksi tersebut dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor konsumer non primer turun 2,55%, sektor transportasi 2,64%, sektor kesehatan 2,65%, sektor material dasar 1,82%, sektor infrastruktur 0,89%, dan sektor energi 0,86%. Satu-satunya saham dengan penguatan saham teknologi 0,01%.
Baca Juga
Kian Merajalela, OJK Minta Perbankan Blokir 8.000 Rekening Terkait Judi Online
Meski IHSG anjlok, lima saham ini berhasil melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Eratex Djaja Tbk (ERTX) naik 34,83% menjadi Rp 120 dan PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) naik 34,72% menjadi Rp 260.
ARA juga melanda PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) naik 25% menjadi Rp 950, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) naik 24,88% menjadi Rp 1.355, dan PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,68% menjadi Rp 985.
Meski tak ARA, saham PT Megapolitan Developments Tbk (EMDE) melesat 29,93% menjadi Rp 178. Begitu juga dengan saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 juga mencatatkan lompatan harga ke level tertinggi baru sepanjang masa setelah naik 7,76% menjadi Rp 17.350.
.
Baca Juga
Sebaliknya penurunan melanda sejumlah saham berikut, yaitu saham PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS), PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN), dan PT Multipolar Tbk (MLPL).
Kemarin, IHSG ditutup menguat tipis 4,17 poin (0,06%) menjadi 7.574,02. pemodal asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 340,75 miliar, yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 222,55 miliar, PT MNC Digital Entartainment Tbk (MSIN) Rp 139,02 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 136,73 miliar.
Grafik IHSG

