Kala IHSG Tren Naik, Simak Sektor Saham Jagoan JP Morgan Ini
JAKARTA, investortrust.id - JP Morgan Indonesia memberikan pandangan positif terhadap pasar saham nasional. Bahkan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi 7.800 sampai akhir tahun 2024.
Head of Research and Strategy JP Morgan Indonesia Henry Wibowo berpandangan bahwa sejumlah sektor saham perbankan, sektor konsumer, dan sektor property layak diandalkan selama trend bullish indeks sampai akhir tahun.
“Sektor yang kita suka untuk Indonesia adalah perbankan, sektor consumer staples dan discretionary, dan sektor properti,” ujar Henry di kantor JP Morgan Indonesia, Jakarta, Kamis (5/9/2024).
Baca Juga
JP Morgan Sebut 3 Katalis Ini Bakal Dorong IHSG Gapai Target 7.800 Tahun 2024
Pertama, ia menilai bahwa sektor perbankan akan menjadi penerima manfaat dari aliran dana yang masuk ke Indonesia. Hal ini disebabkan oleh 60% dari komposisi IHSG BEI yang diisi oleh saham perbankan, sehingga akan menerima manfaat dari portofolio yang masuk. “Dan juga ada beberapa bank yang mungkin mendapat manfaat dari penurunan sumber bunga,” terangnya.
Selain itu, JP Morgan menilai sektor consumer staples dan discretionary layak dicermati untuk tahun ini meningat produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang diproyeksi akan melewati US$ 5 ribu hingga akhir tahun, sehingga akan menimbulkan gelombang konsumsi baru atau adanya porsi belanja yang lebih meningkat.
“Seperti China di tahun 2011 itu ketika PDB mereka menembus US$ 5 ribu, kalau dilihat domestic consumption pattern di China dari tahun 2011 sampai 2020 itu one way up. Jadi saya bilang the next decade is very interesting for Indonesia 10 tahun ke depan,” tutur Henry.
Baca Juga
Selanjutnya, sektor properti dinilai menjadi sektor yang menarik untuk tahun ini. Menurut Henry, harga properti yang stagnan dan marketing sales dari sektor properti yang sudah kembali bangkit menjadi katalis positif untuk sektor tersebut.
“Tapi 2015 sampai sekarang juga sama (harga properti). Harganya mungkin tidak naik tinggi. Kita melihat ini ada katalis untuk reversal. Kenapa? Karena dengan suku bunga yang sudah mulai turun, affordability dari mortgage juga akan bisa membantu. Yang kedua kalau kita pantau nih, proyek-proyek marketing sales property udah mulai bangkit kembali ya. Jadi sepertinya appetite untuk investasi di properti sudah mulai kembali,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, JP Morgan Indonesia memproyeksi bahwa sampai akhir tahun 2024, indeks harga saham gabungan (IHSG) dapat mencapai level 7.800 menurut target bullish dari JP Morgan. Sebelumnya, JP Morgan Indonesia telah memprediksi bahwa IHSG akan berada di level 7.500 yang mana target tersebut sudah tercapai.
Grafik IHSG

