Proyeksi Laba Direvisi Naik, Target Saham Ciputra (CTRA) Jadi Segini
JAKARTA, investortrust.id – Trimegah Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) dari Rp 1.450 menjadi Rp 1.535, seiring dengan ekspektasi penjualan marketing (marketing sales) berkisar Rp 9,5-9,8 triliun tahun 2023-2024.
Analis Trimegah Sekuritas Kharel Devin Fielim mengatakan, ekspektasi marketing sales tersebut didukung adanya insentif pembabasan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk maksimum senilai Rp 220 juta untuk harga rumah di bawah Rp 5 miliar.
Baca Juga
Didukung Sejumlah Faktor Ini, Saham Ciputra (CTRA) Menggiurkan
Revisi naik target tersebut juga mempertimbangkan besarnya inventori proyek rumah bernilai di bawah Rp 2,1 miliar dengan total hingga Rp 1,8 triliun hingga kini. Inventori ini tentu menjadi peluang besar bagi perseroan untuk mendongkrak penjualan properti tahun depan.
“Berdasarkan data penerapan insentif PPN properti tahun 2021-2022, Ciputra Development berhasil mendongkrak marketing sales. Insentif tersebut berkontribusi sebanyak Rp 1,99 triliun dan Rp 1,28 triliun terhadap total marketing sales periode tersebut,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Marketing sales yang konsisten tersebut juga didukung peluncuran produk klister baru Citra Gardeng Bintaro yang telah terjual sebanyak 79% atau Rp 800 miliar dari total hunian yang ditawarkan mencapai 625 unit hanya dalam dua hari setelah peluncuran.
Baca Juga
Saham GOTO Melesat ke Rp 103, Cetak Rekor Tertinggi Baru dalam 4 Bulan Terakhir
Perseroan juga berniat meluncurkan klister Cigtra Garden Serpong fase II tahun 2023 dengan harga jual berkisar Rp 770 per unit. Perumahan tersebut akan dikembangkan untuk mengejar insentif PPN yang ditawarkan pemerintah.
Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target pertumbnuhan pendaaptan dan laba bersih perseroan Ciputra Development (CTRA) tahun 2023-2025.
Baca Juga
Perseroan merevisi naik target laba bersih tahun 2023 dari Rp 1,84 triliun menjadi Rp 1,93 triliun. Proyeksi laba bersih tahun 2024 direvisi naik dari Rp 2,11 triliun menjadi Rp 2,26 triliun. Begitu juga dengan proyeksi laba bersih perseroan tahun 2025 direvisi naik dari Rp 2,26 triliun menjadi Rp 2,44 triliun.
Revisi tersebut mendorong Trimegah Sekuritas merevisi naik target harga saham CTRA dari Rp 1.450 menjadi Rp 1.535.

