Asing Net Sell Jumbo di Saham dan SBN
JAKARTA, investortrust.id – Dana asing masih keluar dari pasar saham Indonesia, dengan mencatatkan transaksi net sell jumbo Rp 2,34 triliun pada Kamis (06/02/2025). Non-resident di pasar Surat Berharga Negara (SBN) rupiah yang dapat diperdagangkan mencatatkan penjualan neto Rp 3,28 triliun pada Rabu kemarin.
Aksi jual itu membuat asing mengakumulasi penjualan bersih saham month to date Rp 3,29 triliun di Bursa Efek Indonesia. “Sedangkan secara year to date, asing mencatatkan net sell Rp 7,00 triliun,” papar BEI dalam keterangan di Jakarta, Kamis (06/02/2025).
Baca Juga
Sedangkan di pasar SBN, data terbaru yang dirilis Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) adalah transaksi Rabu kemarin. Secara month to date, asing mencatatkan penjualan bersih Rp 3,42 triliun hingga Rabu kemarin, namun secara year to date masih mencatatkan net buy mencapai Rp 1,23 triliun hingga kemarin.
Melanda Top 10 Market Cap
Seiring pemodal asing melakukan aksi buang (net sell) saham, hal itu memicu indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis ini anjlok 148,69 poin (2,12%) ke 6.875. Bahkan, indeks intraday menjelang penutupan sempat terjerembab lebih dari 190 poin ke level 6.830.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 1,42 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 488,15 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 106,25 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 74,02 miliar, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) Rp 69,86 miliar.
Sebaliknya, pembelian bersih (net buy) saham dicatatkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 70,26 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 40,55 miliar, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 24,01 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 22,44 miliar, dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 19,89 miliar.
Koreksi dalam IHSG hari ini dipicu kejatuhah hampir seluruh saham emiten top 10 market cap BEI, khususnya saham Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV. Kelompok ini tersungkur harga sahamnya, dipimpin saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan koreksi sebanyak 7,69% menjadi Rp 5.100, sehingga penurunan saham ini telah mencapai 18,13% dari Rp 6.025 menjadi Rp 5.100 dalam lima hari transaksi.
Sedangkan secara sektor, penurunan terdalam dicatatkan saham sektor material dasar, dengan indeks terpangkas 2,43%. Berikutnya, sektor industri terpangkas 2,14%, sektor keuangan 2,24%, sektor transportasi 1,99%, sektor properti 1,89%, sektor infrastruktur 1,29%, dan sektor energi 1,26%. Satu-satunya indeks sektor saham yang naik adalah kesehatan mencapai 1,13%.
Baca Juga

