Literasi Keuangan Remaja Masih 51,68%, FWD Insurance Sasar 2.700 Siswa
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT FWD Insurance Indonesia, perusahaan asuransi jiwa berbasis teknologi, memperkuat literasi keuangan generasi muda dengan membekali 30 guru ekonomi SMA melalui program FWD Financial Literacy for Educators. Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 2.700 siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keuangan sejak dini di lingkungan sekolah.
Chief Human Resources & Marketing Officer PT FWD Insurance Indonesia Rudy F. Manik mengatakan guru memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi mampu mengelola keuangan dengan baik.
Baca Juga
Survei FWD Ungkap 66% Kelas Menengah Indonesia Stres dan Prioritaskan Stabilitas Finansial
"Melalui FWD Financial Literacy for Educators, kami ingin memperkuat kapasitas guru dengan memberikan pembekalan dengan pembelajaran keuangan yang relevan agar dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang sehat pada siswa, sekaligus menjadi wujud komitmen FWD Insurance dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia secara berkelanjutan," kata Rudy dikutip Rabu (22/7/2026).
Inisiatif ini hadir seiring implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran ekonomi tidak hanya dipahami secara teori, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Urgensi peningkatan literasi keuangan juga tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS). Survei tersebut menunjukkan indeks literasi keuangan kelompok usia 15-17 tahun atau remaja baru mencapai 51,68%, masih di bawah indeks literasi keuangan nasional sebesar 66,46%.
Program FWD Financial Literacy for Educators berlangsung sejak Februari hingga Juni 2026 dengan melibatkan 30 guru ekonomi SMA dari berbagai sekolah di Jakarta. Melalui para guru tersebut, materi literasi keuangan diharapkan dapat diterapkan kepada sekitar 2.700 siswa dengan pendekatan yang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan generasi muda.
FWD Insurance mengembangkan program ini bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI), organisasi pendidikan yang fokus pada pengembangan keterampilan kewirausahaan dan literasi finansial. Kolaborasi tersebut mencakup penyusunan modul pembelajaran, pelaksanaan pelatihan, hingga pengembangan materi asesmen sebagai bagian dari proses sertifikasi guru.
Seluruh rangkaian kegiatan juga mendapat dukungan relawan FWD Insurance yang berkontribusi dalam penyusunan materi pembelajaran dan evaluasi agar materi yang diberikan tetap relevan dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Ketua Subkelompok Kurikulum dan Penilaian Bidang SMA Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Joko Arwanto mengatakan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya literasi keuangan di sekolah.
Baca Juga
FWD Group Tunjuk Jeffrey Woo Jadi Direktur Utama FWD Insurance
"Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta, khususnya untuk memperkuat literasi keuangan di lingkungan sekolah. Kehadiran program seperti ini menjadi salah satu contoh bagaimana pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor swasta dapat saling melengkapi dalam memperkuat kapasitas guru, sehingga literasi keuangan dapat tersampaikan dengan lebih baik kepada para siswa," kata dia.
Deputi Direktur Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Halimatus Sa'diyah menambahkan peningkatan literasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini. Guru memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan edukasi keuangan kepada generasi muda sehingga mereka mampu mengambil keputusan finansial secara lebih bijak di masa depan.

