Jalin Gandeng BACenter Kembangkan Sistem Pembayaran Nasional Berbasis Riset
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin), bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, menjalin kerja sama dengan Yayasan Bina Astacita Center (BACenter) untuk mengembangkan program dan solusi sistem pembayaran nasional berbasis riset dan rekomendasi kebijakan yang implementatif.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menggabungkan kapabilitas Jalin sebagai penyedia infrastruktur sistem pembayaran nasional dengan kompetensi BACenter di bidang riset ekonomi dan analisis kebijakan.
Kolaborasi ini ditujukan untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah, mulai dari digitalisasi layanan publik, optimalisasi penerimaan negara dan daerah, efisiensi belanja pemerintah, penyaluran bantuan sosial, hingga perluasan inklusi keuangan.
Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji, mengatakan pengembangan sistem pembayaran pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus didukung riset dan kajian kebijakan agar solusi yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan secara efektif.
"Kita perlu memahami kebutuhan masyarakat, tujuan kebijakan pemerintah, kesiapan industri, serta dampak ekonomi dan sosial yang ingin dicapai. Karena itu, riset dan kajian kebijakan menjadi fondasi penting agar setiap solusi yang dikembangkan benar-benar tepat sasaran dan dapat diimplementasikan," ujar Ario dalam siaran pers, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga
Jalin Perkuat Infrastruktur Pembayaran Nasional, Bisnis Digital Tumbuh 38%
Kerja sama tersebut dilakukan di tengah pesatnya pertumbuhan transaksi pembayaran digital di Indonesia. Data Bank Indonesia menunjukkan volume transaksi melalui internet banking, mobile banking, BI-FAST, dan BI-RTGS mencapai 16,07 miliar transaksi pada semester I 2026, meningkat 36,88% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, volume transaksi QRIS tumbuh 100,12% secara tahunan pada triwulan II 2026, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant. Transaksi QRIS lintas negara juga mencatat nilai net inbound sebesar Rp1,52 triliun.
Baca Juga
Ketua BACenter Burhanuddin Abdullah mengatakan sistem pembayaran telah menjadi infrastruktur strategis yang menyangkut kepentingan masyarakat luas sehingga pengembangannya harus didasarkan pada data dan bukti empiris.
Menurutnya, kolaborasi dengan Jalin diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan dan solusi yang aplikatif, termasuk melalui pengembangan proyek percontohan yang dapat mendukung implementasi program pemerintah.
Melalui sinergi ini, Jalin dan BACenter berharap dapat memperkuat transformasi sistem pembayaran nasional sekaligus memperluas manfaat digitalisasi bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia.

