Prabowo Ajak Jadikan Al-Qur’an Sumber Persatuan dan Kedamaian Bangsa
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto mengajak menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber rujukan persatuan dan kedamaian bangsa. Ajakan itu disampaikan Prabowo dalam amanatnya pada peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Peringatan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Baca Juga
Doa Quraish Shihab untuk Prabowo: Semoga Dibantu Tuhan Tegakkan Perdamaian dan Keadilan
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dari Surah An-Najm ayat 1 sampai dengan 20 oleh qari cilik M Zian Fahrezi, siswa kelas 4 SD peraih juara 1 kategori anak-anak dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Republik Irak, pada 2026 dan saritilawah oleh Velly Syukron. Lantunan ayat suci tersebut menghadirkan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan, sekaligus mengingatkan akan besarnya rahmat dan karunia Allah Swt bagi umat manusia.
Dalam sambutannya, Prabowo mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan memperkuat keimanan, menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonesia, serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil alamin.
“Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresap, meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an itu tersebut,” ujar Prabowo.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan penyelenggaraan peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tahun ini sebagai pengingat bagi seluruh bangsa Indonesia untuk senantiasa menjadikan Al-Qur'an sebagai sumber nilai dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pada malam hari ini, merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publik, sehingga ajaran-ajarannya tidak hanya dibaca dan dihayati, dihafal, tapi juga betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin.
Ulama dan cendekiawan muslim, Quraish Shihab menyampaikan uraian hikmah Nuzulul Qur’an. Dalam tausiahnya, Quraish Shihab mengajak seluruh hadirin untuk merenungkan makna mendalam di balik turunnya Al-Qur'an sebagai rahmat dan petunjuk bagi seluruh alam. Quraish Shihab menekankan Al-Qur'an bukan sekadar kitab yang dibaca, melainkan harus dihayati, diamalkan, dan dijadikan landasan dalam membangun Indonesia yang penuh keberagaman.
Baca Juga
Nuzulul Qur’an, Prabowo Serukan Galang Persatuan Hadapi Dunia yang Penuh Bahaya
“Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Kalau kemarin kita berbeda dalam berpuasa, terbuka kemungkinan yang tidak kecil kita pun akan berbeda dalam berlebaran. Tapi perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Quran itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Quraish Shihab.
Melalui peringatan ini, pemerintah berharap semangat spiritualitas Ramadan semakin memperkokoh persaudaraan nasional dan menumbuhkan komitmen bersama untuk membangun Indonesia yang beradab, rukun, dan penuh kebajikan, sejalan dengan pesan universal Al-Qur’an sebagai rahmat bagi seluruh alam.

