Jimly Asshiddiqie Nilai Citra MK Kian Baik, Apa Sebabnya?
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2003-2008 Jimly Asshiddiqie menilai citra MK menunjukkan perbaikan signifikan. Hal itu tercermin dari meningkatnya kepercayaan publik serta lonjakan jumlah perkara yang masuk ke MK.
“Senang melihat perkembangan MK yang tergambar dalam laporan 2025 kemarin, dan ini sekaligus menandai dimulainya tahun persidangan 2026,” kata Jimly usai menghadiri Sidang Pleno Khusus Penyampaian Laporan Tahunan 2025 dan Pembukaan Masa Sidang Tahun 2026 di Gedung MK, Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga
Ia mengapresiasi pencapaian tersebut. Hal ini mengingat MK sempat mengalami penurunan kepercayaan publik pada periode sebelumnya. Jimly menyebut krisis citra MK pada 2024 sebagai salah satu titik terberat dalam sejarah lembaga penjaga konstitusi tersebut.
“Kenapa perlu diapresiasi? Karena di 2024 MK terpuruk. Pernah juga di masa lalu, seperti tahun 2011-an atau 2000 di zamannya Pak Mahfud ada Akil Mochtar kena kasus. Nah, itu juga merosot citranya,” ujarnya.
Jimly menambahkan, pemulihan kepercayaan publik kini terlihat dari komposisi perkara yang ditangani MK. Jumlah permohonan pengujian undang-undang (PUU) yang lebih banyak dibandingkan perselisihan hasil pemilu dinilainya sebagai sinyal positif.
Baca Juga
Anwar Usman Absen Lagi di Pembukaan Sidang dan Laporan Tahunan 2025, Ketua MK: Izin Umrah
Meski demikian, Jimly mengingatkan tantangan ke depan tidak mudah seiring meningkatnya beban perkara. Ia menekankan pentingnya reformasi manajemen penanganan perkara agar kualitas putusan tetap terjaga.
“Intinya manajemen penanganan perkara harus ada reformasi gitu loh kalau diperurutkan jumlah perkara, aduh membengkak. Nanti risikonya kualitas putusannya jadi jelek. Penanganan perkaranya harus lebih canggih ke depan dan yakinlah ini persoalan manajemen,” tegas Jimly.
Dengan pembenahan yang tepat, Jimly optimistis MK dapat terus menjaga marwah dan kepercayaan publik sebagai pengawal konstitusi.

