Bagikan

Densus 88 Sebut Pelaku Teror di Rusia Terinspirasi Aksi Bom SMAN 72 Jakarta

JAKARTA, investortrust.id -- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menduga pelaku penusukan di sebuah sekolah di Moskow, Rusia terinspirasi oleh insiden pengeboman di SMAN 72 Jakarta. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Densus 88 Kombes Mayndra Eka Wardhana dalam konferensi pers penanganan penyebaran paham kekerasan melalui daring di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (7/1/2026).

Mayndra membenarkan temuan ini setelah melakukan pelacakan terhadap aktivitas komunitas radikal di ruang digital. Fakta tersebut diperkuat dengan temuan tulisan pada senjata yang digunakan pelaku saat beraksi di Odintsovo, Moskow, pada 16 Desember 2025 lalu.

Baca Juga

Densus 88 Ungkap Ciri-Ciri Anak Terpapar Konten Kekerasan The True Crime

"Di dalam gagang senjata pelaku penusukan di Moscow Rusia ini kita bisa lihat bahwa dia menuliskan ada Jakarta Bombing ya di situ. Dituliskan bahwa Jakarta Bombing 2025. Nah, di sini diambil oleh rekannya kemudian di-upload. Nah, diduga ini terinspirasi adanya insiden bom SMAN 72 di Jakarta," kata Mayndra, Rabu (7/1/2026).

Mayndra menyebut, pelaku merupakan bagian dari komunitas global di media sosial yang dikenal sebagai The True Crime Community. Komunitas ini tumbuh secara sporadis dan menjadi wadah bagi individu yang memiliki minat terhadap kekerasan, sensasionalisme media, dan ruang digital transnasional.

Menurut Mayndra, propaganda yang dikemas dalam bentuk video pendek, animasi, hingga musik sangat efektif memengaruhi psikologis remaja yang sedang dalam fase pencarian identitas.

" Akibat paparan radikalisme maupun paham kekerasan di media sosial ini sangatlah cepat dalam mempengaruhi perilaku, emosi, juga pola pikir anak-anak," ucapnya.

Selain kasus di Rusia, Densus 88 mencatat rentetan aksi kekerasan serupa sepanjang 2025 yang melibatkan remaja di bawah umur. Pada Januari 2025, terjadi penembakan di Antioch High School, AS, oleh Solomon Henderson (17 tahun) akibat paparan paham white supremacy. Kemudian pada Agustus 2025, teror terjadi di sebuah gereja Katolik di Amerika oleh Robin M Westman (23 tahun) karena terobsesi membunuh anak-anak.

"Kemudian Trinity Shockley, 18 tahun, merencanakan penembakan juga di sekolah di Indiana Amerika pada bulan Februari 2025. Dan kemudian Desmond Holly, 16 tahun, sebagai pelaku penembakan Evergreen High School di Colorado, US pada bulan September 2025 dikarenakan yang bersangkutan terpapar paham anti-semitisme dan defamation league," ungkapnya.

Baca Juga

Terpapar Konten True Crime Community, 70 Anak di 19 Provinsi Rencanakan Aksi Serangan di Sekolah

Menyikapi tren ini, Densus 88 menyatakan terus melakukan intervensi bersama kementerian dan lembaga terkait di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk membendung penyebaran konten ekstremisme yang menyasar generasi muda di Indonesia agar tidak terjerumus ke dalam jaringan terorisme global.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024