Menko Muhaimin Minta Menu MBG Tidak Pakai Tepung
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin kembali menekankan agar penyediaan menu makan bergizi gratis (MBG) tidak menggunakan bahan baku impor. Ia menyebutkan, salah satu yang sering ditemukan adalah penggunaan bahan tepung dalam penyediaan menu MBG.
Muhaimin meyakini, masih banyak satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tidak menyadari tepung adalah salah satu bahan impor. Ia pun mengimbau agar kebutuhan karbohidrat dalam menu MBG disajikan memanfaatkan bahan-bahan lokal.
Baca Juga
Rp 24 Miliar Telah Disalurkan Bank Mandiri untuk Biayai Program MBG di Jabar
Ia mencontohkan SPPG Jayapura Sentani Timur Asei Besar di Papua yang sudah menggunakan bahan dari sagu untuk kebutuhan karbohidrat menu MBG. Ia juga menyebut SPPG Kota Ambon Batumerah 3 di Maluku yang mengganti bahan tepung dengan singkong. Belum lagi ada sejumlah SPPG yang mengganti kebutuhan susu dengan inovasi alternatif lain.
"Inilah yang kita harapkan sehingga SPPG itu berkah bagi orang di sekitarnya, sehingga yang tidak pernah menanam menjadi penanam, kemudian dibeli oleh dapur," kata dia kepada awak media seusai agenda Penghargaan SPPG Inspiradaya 2025 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Cak Imin mengatakan, dorongan untuk tidak menggunakan bahan impor, termasuk tepung dalam menu MBG masih sebatas imbauan. Ia mengakui, pemerintah membutuhkan persiapan yang lebih matang sebelum melarang sepenuhnya penggunaan bahan impor pada menu MBG.
Baca Juga
Namun di satu sisi, ia berharap agar pemerintah pusat dan daerah, khususnya Badan Gizi Nasional (BGN) dapat memberikan apresiasi kepada SPPG yang telah menjalankan komitmen untuk menyerap 100% bahan pangan lokal.
"Berilah penghargaan sebanyak-banyaknya untuk dapur-dapur yang betul-betul inovatif, berkomitmen tidak menggunakan barang impor," ungkapnya.
Cak Imin menekankan agar pengelola SPPG dapat memahami betul bahan-bahan yang digunakan pada menu MBG.
"Memang butuh waktu, tapi tolong jangan sampai nggak sadar bahwa yang digunakan itu barang impor. Ya. tepung, ya protein, ya macam-macam," tutur Cak Imin.

