Proyek PLTA Mamberamo Digeber, Gubernur Papua Bakal Bertemu Bahlil
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mempercepat rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberamo. Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D Fakhiri menyatakan, proyek strategis tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam waktu dekat.
“Ya, kemarin kami sudah bertemu dengan Wakil Menteri ESDM, nanti sebelum pulang kami bertemu lagi Pak Menteri. Karena beliau selain menteri, juga tokoh Papua. Saya ingin minta masukan dari beliau untuk menyiapkan konsep percepatan pembangunan Papua,” ungkap Mathius saat ditemui di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Selasa malam (11/11/2025) malam.
Baca Juga
Kementerian Transmigrasi Temukan Potensi Energi Baru yang Dapat Jadi "Emas" di Sungai Mamberamo
Mathius menjelaskan, PLTA Mamberamo merupakan salah satu rencana lama yang kembali dihidupkan karena memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan listrik di seluruh wilayah Papua.
“Gubernur-gubernur sebelum saya pernah punya perencanaan untuk membangun PLTA di sana. Kami sepakat nanti PLTA tetap akan dibangun,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan PLTA tersebut akan diiringi dengan pengembangan sektor lain agar pemanfaatan energi listrik dapat optimal.
Mathius pun menegaskan, proyek ini bukan hanya untuk penyediaan listrik, tetapi juga untuk membuka konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pegunungan.
“Kalau jalan diperbaiki, masyarakat dari kampung-kampung bisa keluar untuk akses. Listrik dari Mamberamo itu juga bisa sampai ke Pegunungan, dan ini tentu akan membuat biaya hidup jadi lebih murah,” lugasnya.
Ia menambahkan, proyek tersebut sudah mulai digerakkan melalui Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua. Lembaga ini akan bekerja lintas sektor untuk memastikan pembangunan di Papua dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kami sudah mulai kerja, makanya saya kembali bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman untuk mulai jalan (rencana pembangunan rusun di Papua, red). Kami bicara ini secara komprehensif, tidak hanya satu fungsi, tapi lintas semua sektoral,” tandas Mathius.
Gubernur Papua berharap, PLTA Mamberamo nantinya dapat menjadi sumber energi utama bagi seluruh wilayah Papua dan mendorong kemandirian energi daerah.
"Kalau Mamberamo sudah jadi, kami berharap lampu di Papua ini bisa terang,” imbuh Mathius.
Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi menemukan potensi besar sumber daya energi baru di Papua yang dinilai dapat menjadi “emas” bagi pencapaian target swasembada energi nasional. Potensi tersebut terletak di Sungai Mamberamo, yang memiliki panjang sekitar 1.102 kilometer dan hingga kini belum dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.
Menteri Transmigrasi Iftitah S Suryanagara mengatakan, hasil pemetaan dalam program Trans Patriot menunjukkan Sungai Mamberamo berpotensi dikembangkan menjadi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) berskala besar.
“Kalau para gubernur menghendaki pembangunan infrastruktur di Papua secara masif, harus ditemukan dulu ‘emas’-nya. Salah satu ‘emas’ yang ditemukan oleh Kementerian Transmigrasi adalah potensi Sungai Mamberamo yang sampai sekarang belum ada satu PLTA pun di sana,” kata Iftitah kepada investortrust.id di kantor Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Baca Juga
Punya Potensi 28,9 GW, PLTA Jadi Salah Satu Tulang Punggung Transisi Energi Nasional
Sungai Mamberamo memiliki PLTA terbesar di Indonesia. Berdasarkan hitungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Mamberamo memiliki potensi tenaga air sebesar 12.284 megawatt (MW) yang tersebar di 34 lokasi. Artinya, hampir sepertiga dari potensi tenaga air di Indonesia itu berada di Sungai Mamberamo.
Sungai seluas 79.440 kilometer persegi (km2) itu mempunyai kedalaman 33 meter serta memiliki debit air sebesar 5.500 m/detik. Besarnya debit itu disebabkan curah hujan di daerah aliran sungai (DAS) Mamberamo sangat tinggi, mencapai 5.600 mm/tahun.

