Rachmat Gobel Dorong Gorontalo Jadi Pusat Layanan Kesehatan di Indonesia Timur
Poin Penting
|
GORONTALO, Investortrust.id – Anggota DPR Rachmat Gobel menegaskan tekadnya menjadikan Provinsi Gorontalo sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di kawasan Sulawesi dan Indonesia Timur. Ia menilai penguatan sektor kesehatan penting sebagai fondasi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus memperkuat fasilitas, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur kesehatan di Gorontalo. Layanan kesehatan yang baik merupakan bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang akhirnya menopang kemajuan dan kemakmuran,” ujar Rachmat Gobel di Gorontalo, Selasa (28/10/2025).
Pernyataan itu disampaikan saat melakukan dialog dan kunjungan ke RSUD Hasri Ainun Habibie (HAB), rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Gorontalo. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Dr Anang Otoluwa, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Gorontalo Dr Isman Yusuf, Direktur RSUD HAB Fito Fitrianto Radjak, serta sejumlah pejabat dan anggota DPRD Provinsi Gorontalo.
Direktur RSUD HAB Fito Fitrianto Radjak menjelaskan, rumah sakit ini diresmikan pada 2013 dan berdiri di atas lahan seluas 6,4 hektare, meski yang baru dimanfaatkan sekitar 6.000 meter persegi. RSUD HAB memiliki layanan unggulan seperti hemodialisa, instalasi rawat jalan dengan 15 poliklinik, poliklinik mata, layanan bedah, dan pengobatan kanker.
Fito menambahkan, jumlah pasien rawat jalan setiap hari mencapai 150 hingga 550 orang. Adapun kapasitas tempat tidur sebanyak 137 unit dengan dukungan 30 dokter umum, 220 tenaga paramedis, 5 dokter subspesialis, dan 29 dokter spesialis. Meski sumber daya manusianya memadai, fasilitas rumah sakit belum sepenuhnya mendukung. “Dari segi sumber daya manusia sudah mumpuni, namun dari segi fasilitas belum. RSUD ini satu-satunya rumah sakit provinsi di Indonesia yang masih berstatus tipe C,” ujarnya.
Baca Juga
Gobel Dorong Mendag Busan Bantu Menkeu Purbaya Basmi Impor Pakaian Bekas
Menurut Fito, RSUD HAB baru memenuhi 11 dari 24 kompetensi yang disyaratkan Kementerian Kesehatan untuk naik status. Selain itu, rumah sakit ini belum memiliki gedung khusus rawat inap, yang menjadi salah satu hambatan utama peningkatan status kelembagaan.
Tantangan dan Komitmen Dukungan
Ketua IDI Provinsi Gorontalo Isman Yusuf menyebut, terdapat tiga anomali pada RSUD HAB. Pertama, RSUD ini satu-satunya rumah sakit provinsi bertipe C di Indonesia. Kedua, meski memiliki tenaga dokter subspesialis, fasilitas dan alat medis belum memenuhi standar kenaikan tipe. Ketiga, secara filosofi, RSUD ini membawa nama besar almarhumah Hasri Ainun Habibie, seorang dokter anak dan pelopor donor mata di Indonesia, tetapi status rumah sakitnya belum mencerminkan semangat tersebut. “Sudah ada nama besar, tetapi statusnya masih tipe C,” tegas Isman.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang Otoluwa menilai kondisi ini berbanding terbalik dengan logika rujukan medis. “Mestinya rumah sakit provinsi itu menjadi rumah sakit rujukan, tapi di sini justru RSUD milik kabupaten dan kota yang jadi rujukan,” ujarnya.
Gobel Siapkan Dukungan dan Kolaborasi Global
Menanggapi berbagai persoalan tersebut, Rachmat Gobel menyatakan siap memperjuangkan peningkatan kapasitas dan fasilitas RSUD HAB melalui dukungan lintas sektor. Ia juga berjanji melibatkan relasi di legislatif, eksekutif, serta sektor swasta untuk mempercepat perbaikan infrastruktur kesehatan di Gorontalo.
“Insya Allah untuk hal-hal baik akan mendapat respons baik dari berbagai pihak. Saya akan memperjuangkan dan mengawalnya. Sekarang saya minta kepada Dinas Kesehatan, DPRD, RSUD, dan IDI untuk membuat roadmap pengembangan layanan kesehatan secara menyeluruh, bukan hanya untuk RSUD Ainun, tetapi juga untuk rumah sakit lain di Gorontalo,” jelas Gobel.
Selain itu, Gobel berencana mengajak mitranya di Jepang untuk berinvestasi di sektor kesehatan Gorontalo. Ia memiliki relasi dengan profesional dan pengusaha kesehatan di Jepang yang memiliki kepedulian terhadap Indonesia. “Saya akan undang mitra saya di Jepang untuk ikut membantu kemajuan sektor kesehatan di Gorontalo,” katanya.
Baca Juga
Panasonic Gobel Indonesia Digelari Sebagai Indonesia Most Reputable Companies Awards 2025
Gobel menekankan pentingnya sinergi antarsemua elemen masyarakat dalam membangun Gorontalo. Ia menilai momentum pasca-Pemilu harus dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi lintas politik demi kemajuan daerah. “Pemilu sudah selesai. Saatnya semua menjadi satu, yaitu semua adalah orang Gorontalo. Sekarang bagaimana memajukan dan menyejahterakan Gorontalo. Bidang kesehatan adalah hal strategis, selain pendidikan,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmennya, Gobel memperkenalkan Visi 2051, peta jalan pembangunan Gorontalo berbasis penguatan pendidikan, kesehatan, UMKM, pariwisata, pertanian, dan kelautan, dengan lokomotif utama berupa pembangunan pelabuhan internasional dan kawasan ekonomi khusus pangan di Gorontalo Utara. “Penyediaan alat dan gedung itu teknis. Yang penting adalah konsep dan roadmap pengembangannya,” pungkasnya.

