Istana Sebut 5 Negara Timteng yang Dikunjungi Prabowo Setuju Relokasi Warga Gaza ke RI
JAKARTA, investortrust.id - Pihak stana Kepresidenan melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengklaim lima negara Timur Tengah (Timteng) yang dikunjungi Presiden Prabowo Subianto secara prinsip menyetujui rencana mengevakuasi 1.000 warga Gaza, Palestina ke Tanah Air.
Meski demikian, Prasetyo mengakui mekanisme evakuasi warga Gaza ke Indonesia tersebut tidak akan mudah. Untuk itu, Prabowo menunjuk Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono untuk terus menjalin komunikasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar tawaran Indonesia tersebut berjalan mulus.
“Secara prinsip setuju, tetapi sekali lagi tentunya secara teknis itu kan tidak mudah. Maka dari itu beliau terus berkoordinasi, bahwa Kementerian Luar Negeri, Bapak Menlu terus berkoordinasi apabila memang ini diterima dan akan dilaksanakan supaya bisa dapat berjalan dengan sebaik-baik,” kata Prasetyo di kompleks Istana Kepresidenan, Senin (21/4/2025).
Baca Juga
Prabowo Tegaskan Rencana Evakuasi 1.000 Warga Gaza ke Indonesia Bukan Relokasi
Berdasarkan sejumlah pemberitaan, pemerintah Arab Saudi dan Turki menolak rencana pemindahan warga Gaza ke Indonesia tersebut.
Dikonfirmasi mengenai hal itu, Prasetyo tak mempersoalkan jika terdapat negara yang belum setuju dengan rencana Indonesia tersebut. Menurutnya, setiap negara memiliki berhak menentukan sikap.
Indonesia, katanya, tetap menawarkan mengevakuasi warga Gaza. Prasetyo menekankan, rencana evakuasi ini merupakan upaya Indonesia membantu warga Gaza dan menilai penolakan yang muncul bukan suatu permasalahan. Namun, pemerintah tetap berhati-hati dalam menawarkan rencana itu.
“Karena semangatnya kan memang kita mau membantu. Bahwa ada yang satu negara yang belum setuju ya enggak ada masalah juga, Masing-masing kan punya ini sendiri-sendiri. Makanya juga kemudian Bapak Presiden tidak gegabah juga kan di dalam memberikan penawaran terhadap kehendak pemerintah kita,” tegas Prasetyo.
Dalam kesempatan ini, Prasetyo belum dapat memastikan daerah yang dipersiapkan untuk menampung warga Gaza yang dievakuasi tersebut. Yang pasti, kata Prasetyo, daerah yang menampung warga Gaza harus memiliki fasilitas yang menunjang untuk melakukan rehabilitasi kesehatan.
“Karena kalau rehabilitasi dari sisi kesehatan kan tentunya, pasti kita pilih tempat-tempat yang secara peralatan juga memungkinkan, secepat mungkin membantu rehabilitasi saudara-saudara kita dari Gaza.” pungkas dia.
Diberitakan, Prabowo melakukan lawatan ke lima negara Timur Tengah, yakni Uni Emirat Arab (UEA), Turkiye, Mesir, Qatar, dan Yordania sejak Rabu (9/4/2025) hingga Selasa (15/4/2025). Selain memperkuat kerja sama dan hubungan bilateral dengan masing-masing negara, lawatan Prabowo itu juga untuk berdiskusi mengenai krisis kemanusiaan di Gaza dan berkonsultasi mengenai rencana Indonesia mengevakuasi warga Gaza, Palestina.
Prabowo Subianto menegaskan rencana mengevakuasi 1.000 warga Palestina di Gaza yang terluka akibat serangan militer Israel bukan untuk merelokasi mereka. Dengan demikian, Prabowo menyatakan rencana evakuasi itu hanya bersifat sementara. Jika situasi di Gaza kembali stabil, para penyintas perang yang dievakuasi itu nantinya akan dipulangkan kembali ke sana.
“Tidak, tidak, tidak (relokasi). Kita ini untuk membantu,” kata Prabowo seusai menghadiri Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025 di Gedung Nest Convention Center, Antalya, Turki, Jumat (11/4/2025).
Baca Juga
Siap Tampung 1.000 Warga Gaza, Gubernur Bengkulu: Tergantung Keputusan Prabowo
Prabowo menekankan, rencana evakuasi warga Gaza itu masih dikonsultasikan ke para pemimpin Palestina dan sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah. Rencana ini, kata Prabowo, didasari keinginan Indonesia membantu warga Palestina yang menderita akibat serangan Israel.
“Ya, itu tawaran kami untuk ikut serta membantu masalah kemanusiaan, penderitaan rakyat Palestina yang begitu dahsyat. Kami ingin berbuat sesuatu,” katanya.

