8 Terobosan Prabowo untuk Ciptakan Generasi Emas Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto telah menelurkan berbagai program sejak dilantik pada Oktober 2024. Tak hanya program di sektor ekonomi, Prabowo juga menaruh perhatian terhadap sektor pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia untuk mewujdukan Indonesia Emas 2045.
"Presiden Prabowo menegaskan komitmennya dalam menciptakan generasi unggul yang tidak hanya cerdas, tetapi juga sehat dan sejahtera. Keberhasilan generasi masa depan Indonesia sangat bergantung pada kebijakan-kebijakan yang mampu mengatasi tantangan-tantangan di bidang pendidikan dan tumbuh kembang anak." tulis keterangan pers Kantor Komunikasi Kepresidenan yang dikutip Rabu (2/4/2025).
Baca Juga
Poin Penting PP Tunas: Pembatasan Usia Anak Buat Akun dan Sanksi bagi Platform
Terdapat setidaknya delapan kebijakan Prabowo untuk menciptakan generasi emas. Terakhir, Prabowo mengesahkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP Tunas di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3/2025). Pengesahan PP tersebut turut dihadiri ratusan anak.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan PP Tunas untuk melindungi anak Indonesia dari ancaman dan dampak negatif dunia digital. Anak-anak Indonesia, kata Prabowo, harus tumbuh menjadi generasi emas yang tidak hanya kreatif, tetapi juga sehat jiwa dan saga serta mandiri dan penuh optimisme menatap masa depan bangsa.
“Peraturan ini bertujuan untuk melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya yang dapat merusak nilai-nilai kehidupan generasi emas di era digital. Masa depan anak-anak Indonesia harus dijaga agar tumbuh secara kreatif, sehat jiwa dan raga, serta menjadi individu yang berani, mandiri, dan optimis menuju masa depan Indonesia yang gemilang,” kata Prabowo.
Berikut 8 Kebijakan Prabowo di Bidang Pendidikan dan Pembangunan SDM:
1. Makan Bergizi Gratis (MBG)
Makan bergizi gratis (MBG) menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada anak yang kelaparan dan kekurangan gizi, bahkan sejak dalam kandungan. Pemerintah menyediakan program makan bergizi gratis untuk semua anak di Indonesia. Kebijakan ini bertujuan agar setiap anak dapat tumbuh sehat dan kuat, dengan asupan gizi yang cukup.
Prabowo Subianto menyebut program makan bergizi gratis (MBG) menjadi salah satu program terbesar di dunia. Hal ini mengingat program tersebut akan menyasar 82,9 juta penerima manfaat.
"Ini adalah nanti jumlahnya 82,9 juta penerima manfaat. Salah satu program terbesar di dunia," kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian PP Tuntas di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/3/2025).
Baca Juga
Prabowo Sebut Makan Bergizi Gratis Jadi Salah Satu Program Terbesar di Dunia
Per hari ini, Prabowo mengatakan program makan bergizi gratis sudah menjangkau 3 juta anak penerima manfaat. Meski mendorong percepatan program tersebut, Prabowo mengakui pelaksanaan makan bergizi gratis harus bertahap dan dikelola dengan baik karena menyangkut uang rakyat.
"Kita ingin lebih cepat, tetapi ya kita harus bertahap, kita harus dengan pengelolaan yang baik, administrasi yang baik, karena ini uang rakyat harus dikelola dengan baik, tetapi insyaallah rencana kita akhir tahun ini semua anak-anak Indonesia dan semua ibu hamil akan mendapat makan tiap hari," katanya.
Kepala Negara menekankan MBG merupakan tekad pemerintahan yang dipimpinnya agar tidak ada lagi anak Indonesia yang kelaparan. Hal ini karena anak-anak merupakan masa depan bangsa.
"Suatu keharusan. Anak-anak kita adalah masa depan kita, anak-anak kita tidak boleh ada yang lapar, anak-anak kita tidak boleh ke sekolah dengan perut yang kosong. Ini tekad pemerintah yang saya pimpin," katanya.
2. Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Setiap anak berhak tumbuh dengan sehat. Begitu pun para orang tua harus dipastikan dalam keadaan yang sehat. Untuk itu, pemerintah meluncurkan program cek kesehatan gratis (CKG) bagi seluruh anak Indonesia untuk memastikan mereka tumbuh dengan optimal baik secara fisik maupun psikis.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 triliun untuk merealisasikan program CKG yang dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, yakni CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.
CKG ulang tahun untuk anak usia 0-6 tahun serta masyarakat usia 18 tahun ke atas. Masyarakat bisa mendapatkan layanan CKG ini dalam kurun waktu mulai dari hari ulang tahun hingga 30 hari kemudian di Puskesmas dan nantinya bisa diakses di klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Baca Juga
Banyak Masyarakat Belum Cek Kesehatan Gratis, Prabowo: Mungkin Takut Hasilnya
Sedangkan CKG sekolah akan dilaksanakan mulai Juli 2025, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Pemeriksaan ini akan menyasar anak usia 7-17 tahun yang berada di sekolah. CKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita dengan lokasi pemeriksaan di puskesmas dan posyandu. Untuk mendapatkan layanan CKG, masyarakat bisa mendaftar melalui aplikasi SatuSehat.
3. Sekolah Rakyat Berasrama SD hingga SMA
Untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses pendidikan yang layak, pemerintah mendirikan sekolah rakyat berasrama dari jenjang SD hingga SMA. Di sekolah rakyat, makan dan minum, bahkan asrama anak-anak ditanggung oleh pemerintah.
Prabowo mencanangkan rencana pembangunan 200 sekolah rakyat berasrama pada 2025. Sekolah rakyat diperuntukkan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Kami sudah putuskan juga untuk membangun tahun ini. Kita harap segera akan dimulai dibangun 200 sekolah rakyat berasrama. Untuk SD, SMP, SMA berasrama, dan ini sekolah berasrama ini diperuntukkan kaum yang kurang mampu khususnya," kata Prabowo dalam pengantar sidang kabinet paripurna di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (21/3/2025).
Prabowo menyatakan, pembangunan ratusan sekolah rakyat ini untuk memutus mata rantai kemiskinan. Prabowo ingin memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu dapat keluar dari lingkaran kemiskinan. Presiden menegaskan anak-anak dari keluarga dengan pekerjaan sederhana, seperti pemulung, harus diberdayakan agar mereka tidak mengikuti jejak orang tuanya.
"Jadi kita dengan ini kita hendak memutus mata rantai kemiskinan. Anak orang kurang mampu, anak orang miskin tidak boleh miskin. Katakanlah bapaknya sekarang pekerjaannya sangat sederhana, Dia umpamanya tukang pemulung, tetapi anak dan cucunya tukang pemulung tidak boleh jadi tukang pemulung. Dia harus kita berdayakan," tegasnya.
Baca Juga
Prabowo Targetkan 200 Sekolah Rakyat Berasrama Dibangun Tahun Ini
Untuk tahap pertama, Prabowo mengatakan, sebanyak 53 sekolah akan diresmikan dalam tiga bulan ke depan. Dikatakan, Kementerian Sosial telah memiliki gedung dan lahan yang siap digunakan sehingga hanya memerlukan renovasi kecil. Sementara itu, 147 sekolah sisanya akan menyusul dalam waktu dekat. Kepala Negara menargetkan pembangunan 200 sekolah rakyat setiap tahun sehingga dalam lima tahun ke depan, setiap kabupaten di Indonesia akan memiliki minimal satu sekolah rakyat berasrama.
"Dan itu harus di tempat-tempat di mana terdapat kantong-kantong kemiskinan. Kita ingin memutus rantai kemiskinan. Kita ingin menghilangkan kemiskinan dalam waktu secepat-cepatnya dan ini saya yakin bisa kita kerjakan," tegasnya
4. SMA Unggulan Berasrama
Bagi anak-anak yang memiliki kecerdasan dan bakat istimewa, pemerintah menciptakan ekosistem SMA unggulan. SMA unggulan merupakan amanah Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) yang menyatakan, "Warga negara yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berhak memperoleh pendidikan khusus."
Program SMA unggulan ini bertujuan untuk mengasah potensi terbaik anak-anak berbakat agar dapat menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Dalam 5 tahun, pemerintah menargetkan pembangunan SMA Unggulan di setiap kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
5. Renovasi Sekolah oleh Pemerintah Pusat
Pemerintah mengalokasikan anggaran terbesar dalam sejarah Republik Indonesia untuk renovasi sekolah. Sebanyak sekitar 10.000 sekolah akan direnovasi dengan dana yang digelontorkan mencapai Rp 17,1 triliun untuk memastikan setiap anak mendapatkan fasilitas yang aman dan nyaman ketika mengenyam pendidikan.
"Sekolah menurut keyakinan saya adalah pusat pembangunan nasional. Karena itu sekolah harus bagus, harus bersih, harus baik, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh, tidak boleh ada sekolah yang tidak ada WC untuk anak-anaknya," kata Prabowo saat memperingati Hari Guru Nasional, Kamis (28/11/2024).
6. Smart Board di Setiap Ruang Kelas
Dalam upaya memajukan pendidikan di era digital, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan smart board di setiap ruang kelas di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil. Smart board ini akan memberikan anak-anak akses kepada alat peraga digital dan konten belajar yang dinamis sehingga proses belajar mengajar lebih interaktif dan menarik.
7. Transfer Langsung Tunjangan Guru dan Peningkatan Gaji Guru
Guru menjadi ujung tombak pendidikan di Indonesia. Untuk itu, Presiden Prabowo telah meningkatkan gaji guru dan menerapkan transfer langsung tunjangan guru sebagai apresiasi kepada mereka yang telah bekerja keras mencerdaskan anak bangsa.
"Pendidikan adalah jalan menuju keberhasilan suatu negara. Negara yang ingin sejahtera dan makmur harus mampu menguasai teknologi dan sains. Karena itu, pendidikan harus ditempatkan di tempat teratas dalam APBN,” ucap Presiden Prabowo saat menetapkan kebijakan transfer langsung tunjangan guru, Minggu 16/3/2025).
8. PP Tunas untuk Perlindungan Anak dari Bahaya Dunia Digital
Presiden Prabowo mengesahkan PP Tunas untuk melindungi anak-anak dari ancaman dunia maya, seperti perundungan dan eksploitasi. PP ini mengatur usia minimal untuk penggunaan media sosial, kewajiban persetujuan dan pengawasan orang tua sesuai tingkat risiko platform, serta kewajiban setiap platform untuk memberikan edukasi digital kepada anak dan orang tua agar aman dan bijak
menggunakan internet.
Baca Juga
Gelar Open House Lebaran 2025, Prabowo Sambut Ribuan Warga di Istana
Kehadiran delapan kebijakan penting di bidang pendidikan dan tumbuh kembang anak ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam menciptakan generasi emas 2045. Presiden Prabowo meyakini bahwa Indonesia bisa melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan global.
"Kita menempatkan pendidikan sebagai prioritas dan kita yakin melalui pendidikan dan pelayanan kesehatan inilah jalan keluar sesungguhnya dari kemiskinan, kata Prabowo saat penyerahan DIPA 2025, Selasa (10/12/2024).

