Menag Upayakan Kuota Pendamping Haji Resiko Tinggi Ditambah
JAKARTA, Investortrust.id -- Kementerian Agama bersama Komisi VIII DPR RI menggelar rapat kerja persiapan pelaksanaan haji 2025 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/3/2025). Menteri Agama Nassarudin Umar mengaku tengah mengupayakan agar kuota pendamping haji resiko tinggi ditambah.
Nassarudin mengatakan diperkirakan ada 1.000-1.500 jamaah lansia, resiko tinggi dan difabel beserta dengan pendamping. Untuk itu Kementerian Agama meminta agar kuota pendamping haji tidak dibatasi hanya 2.000.
"Nah inilah yang kami betul-betul kami juga perjuangkan ke pemerintah Saudi Arabia agar pendamping haji ini jangan hanya sekitar 2.000 seperti yang menjadi ketentuan internasionalnya," kata Nassarudin, Selasa.
Baca Juga
Menag: Sebanyak 64,98% Calon Jamaah Haji Telah Lunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)
Nassarudin mengatakan pemerintah menyertakan alasan yang sangat masuk akal terkait penambahan kuota tersebut. Dirinya juga telah meyakinkan menteri haji dan menteri kesehatan Arab Saudi terkait perlunya penambahan kuota untuk pendamping tersebut.
"Kemarin juga kami yakinkan (menteri haji dan menteri kesehatan Arab Saudi) bahwa betapa perlunya kami mendapatkan tambahan pendamping ini," ucapnya.
Menurutnya pihak yang mengerti bahasa jemaah haji asal Indonesia adalah orang Indonesia sendiri. Ia khawatir orang Arab akan kesulitan memahami kemauan dari jemaah haji asal Indonesia.
Menurutnya semakin banyaknya pendamping haji akan memudahkan tugas pemerintah Saudi Arabia. Sebab jika tidak, urusan pendamping akan menjadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi.
"Jadi saya yakinkan betul bahwa sesungguhnya penambahan kuota tambahan untuk pendamping haji ini itu akan meringankan beban aparat dan pemerintahan Saudi Arabia sendiri," ungkapnya. (C-14)

