Menkes Tegaskan Belum Ada Keputusan Final Iuran BPJS Kesehatan Naik
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, belum ada keputusan final soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada 2026. Menurutnya, wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum final.
"(Kenaikan iuran) itu belum pasti, masih diralat, jadi itu belum pasti, kita ada pembicaraan dengan ibu menteri keuangan dan kepala BPJS dan itu nanti apa yang kita bicarakan akan diajukan dahulu ke Bapak Presiden," kata Budi di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (6/2/2025).
Baca Juga
Menkes menilai, perhitungannya sudah ada, tetapi keputusan belum ada. "Untuk itu, nanti kan bapak presiden yang memutuskan," sambungnya kepada awak media.
Wacana kenaikan iuran BPJS Kesehatan mencuat seiring meningkatnya biaya pelayanan kesehatan dan kebutuhan pembiayaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam laporan tahunan BPJS Kesehatan, disebutkan bahwa jumlah peserta aktif mencapai lebih 250 juta orang per Desember 2024.
BPJS Kesehatan mencatat bahwa klaim kesehatan terus meningkat setiap tahunnya. Pada 2024, total klaim mencapai Rp 120 triliun, naik dari Rp 103 triliun pada 2023. Kenaikan ini dipicu meningkatnya jumlah pasien penyakit katastropik, seperti jantung, kanker, dan gagal ginjal.
Namun, di sisi lain, pemerintah harus mempertimbangkan daya beli masyarakat. Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyatakan, setiap perubahan iuran BPJS harus disertai kajian mendalam agar tidak memberatkan rakyat kecil.
Baca Juga
BPJS Kesehatan Luncurkan New REHAB 2.0, Solusi Tunggakan Iuran Peserta JKN
Sebelumnya, Budi juga menegaskan, pemerintah masih mempertimbangkan berbagai skenario untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan sistem JKN dan kemampuan ekonomi masyarakat. Dengan belum adanya keputusan final, masyarakat diimbau menunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait kebijakan iuran BPJS Kesehatan ke depan. (C-13)

