Perayaan Imlek, Antara Harus Mengais Rejeki dan Berkumpul dengan Keluarga
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu akar budaya dari perayaan Imlek adalah berkumpul bersama dengan keluarga besar, dan secara khusyuk mengenang para leluhur mereka. Namun, kondisi berbeda justru dilakukan oleh pria berdarah Tionghoa bernama Aman.
Di saat masyarakat Tionghoa berkumpul bersama keluarga, Aman memilih untuk mengais rejeki dengan tetap berjualan di kawasan Petak Enam, Glodok, Jakarta Barat. Di sana, ia menjual berbagai macam pernak-pernik Imlek, di antaranya adalah tempelan dinding, angpao, kalender, hingga lampu hias.
Ketika berbincang-bincang dengan investortrust.id, Aman mengatakan bahwa dirinya tetap berjualan saat perayaan Imlek dikarenakan orang tuanya sudah meninggal dunia. Sehingga, ia memutuskan untuk tetap berjualan.
"Iya nih tetep jualan, soalnya ibu-bapak juga sudah enggak ada. Jadi yaudalah," ucap Aman di kawasan Petak Enam, Glodok, Jakarta Barat, (29/1/2025).
Baca Juga
Asal Mula Lahirnya Ahli Feng Shui yang Banyak Dicari Saat Imlek
Usai berjualan, yakni menjelang malam hari, barulah Aman menyempatkan berkumpul bersama dengan keluarga inti. Namun baginya, tidak ada perayaan atau ritual khusus yang dilakukannya bersama dengan keluarga pada saat Imlek.
"Ya Imlek juga begini saja, enggak ada yang gimana-gimana sih. Paling nanti habis jualan kumpul sebentar sama keluarga," terangnya.
Kendati demikian, saat ditanya mengenai penjualan barang-barang dagangannya, Aman mengakui bahwa pendapatannya pada peraayaan Imlek tidak meningkat signifikan. Bahkan, ia menyebut pembeli pada Imlek tahun ini sepi.
Meski pengunjung yang berdatangan ke Petak Enam memang ramai, kata Aman, hal itu tidak mempengaruhi penjualan pernak-pernik Imlek yang dijualnya di pinggir jalan kawasan Glodok, Jakarta Barat tersebut.
Selain dikarenakan kebanyakan pengunjung di sana datang untuk makan bersama keluarga, ia juga mengatakan sepinya pembeli dikarenakan pedagang yang menjual pernak-pernik Imlek di kawasan Glodok itu sudah banyak.
"Ini orang-orang cuma ramai saja, tapi pembelinya sedikit. Jadi ya kita enggak bisa maksain orang-orang beli di kita, kalau rejeki pasti datang sendiri, saya sih begitu," ungkap Aman.
Baca Juga
Imlek, Warga Berebut Angpao di Depan Vihara Dharma Bhakti Petak Sembilan

