Sampaikan Duka Cita, Prabowo Perintahkan BNPB Gerak Cepat Bantu Korban Longsor Pekalongan
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita kepada para korban bencana banjir dan tanah longsor di Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bencana itu mengakibatkan 21 orang meninggal dunia, lima orang dalam pencarian, 13 orang luka dan mendapat rujukan, dua luka ringan, dan sekitar 159 orang mengungsi.
"Saya menyampaikan turut berduka cita yang sedalam dalamnya atas musibah bencana banjir dan longsor di Pekalongan, Jateng yang mengakibatkan korban jiwa," kata Prabowo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (23/1/2025).
Baca Juga
16 Orang Meninggal Dunia dalam Bencana Longsor di Pekalongan
Prabowo menegaskan sudah memerintahkan Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto untuk bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban bencana longsor Pekalongan. Prabowo mengingatkan bantuan tersebut harus segera disalurkan dan tepat sasaran.
"Saya sudah tugaskan langsung kepala BNPB dan aparatnya untuk bergerak cepat di lokasi membantu pemda dan berkoordinasi dengan instansi terkait untk meyakini bahwa segera ada tindakan bantuan dan semua bantuan harus cepat dan tepat sasaran," tegas Prabowo.
Prabowo diketahui bertolak ke India dan untuk kunjungan kenegaraan. Meski sedang lawatan ke luar negeri, Prabowo memastikan akan terus memantau perkembangan dalam negeri, termasuk terkait penanganan bencana longsor Pekalongan.
" Saya terus akan memantau perkembangan," tegasnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto diketahui mengunjungi lokasi terdampak bencana longsor di Kecamatan Petungkriyono, Rabu (22/1/2025).
Dalam agenda kerja itu, Suharyanto memberikan sejumlah arahan terkait penanggulangan bencana yang harus segera dilakukan dalam forum rapat koordinasi penanganan darurat bencana banjir dan tanah longsor di Petungkriyono yang dihadiri oleh lintas stakeholder.
Salah satunya, Suharyanto meminta tim gabungan melanjutkan upaya pencarian dan pertolongan terhadap korban yang masih dinyatakan hilang dalam peristiwa tanah longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
Menurut Suharyanto, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Sebab, hal itu menjadi hukum tertinggi dalam penanganan darurat bencana, sebagaimana yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Upaya pencarian dan pertolongan ini harus menjadi prioritas utama. Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” jelas Suharyanto.
Suharyanto juga meminta Pemerintah Kabupaten Pekalongan segera membuka akses jalan yang tertutup material longsor. Sebagaimana diketahui bencana tanah longsor turut menutup akses satu-satunya dari Kecamatan Petungkriyono menuju Kota Pekalongan, sehingga hal tersebut membuat mobilitas dan aktivitas masyarakat terganggu.
Baca Juga
Didampingi Kadin, Prabowo Bakal Ajak Pengusaha India Investasi di Indonesia
Berikutnya, Kepala BNPB juga meminta pemerintah daerah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat terdampak, khususnya yang meninggal dunia dan luka-luka. Bagi yang meninggal tentunya harus diberikan santunan, dan yang luka-luka harus mendapat perawatan terbaik termasuk memberikan kebutuhan dasarnya.
"Yang luka-luka tolong jangan dikenai biaya apa pun. Kebutuhan makan dan minum logistiknya tolong dipenuhi,” jelas Suharyanto.
“Kami akan mendampingi. Selama tanggap darurat sampai nanti kembali pulih, khususnya pengungsi nanti kebutuhan dasarnya harus dipenuhi,” imbuhnya.

