Lengkap, Pidato Politik Prabowo di Kampanye Akbar GBK
JAKARTA, investortrust.id - Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menegaskan Indonesia merupakan negara besar dengan kekayaan melimpah. Indonesia, kata Prabowo bisa menjadi negara maju, bahkan negara kelima terkuat di dunia. Hal itu dapat tercapai jika seluruh elemen bangsa menjaga kerukunan dan persatuan serta saling bekerja sama dan membantu.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato politik kampanye akbar Prabowo-Gibran bertajuk "Pesta Rakyat untuk Indonesia Maju" di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (10/2/2024).
"Masa depan kita gemilang, kita sekarang negara ke-16 terkaya, terkuat di dunia, sebentar lagi kita akan menjadi negara ke-10, kedelapan, bahkan bisa menjadi negara kelima terkuat di dunia. Syaratnya, kita harus rukun, kita harus bersatu, kita harus damai, kita tidak boleh diadu domba lagi, kita tidak boleh pecah belah, kita tidak boleh saling mencurigai, saling menjelek-jelekkan, saling mengejek, saling memfitnah. Tidak boleh. Kita harus bersatu supaya kita menjadi negara yang hebat, rakyat kita makmur, kita hilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia," kata Prabowo dalam pidato politiknya.
Baca Juga
Masa Kampanye Usai, Zulhas Optimistis Prabowo Menang Satu Putaran
Selain itu, Prabowo juga berjanji akan merealisasikan program makan siang dan susu gratis bagi anak-anak jika terpilih sebagai presiden RI periode 2024-2029. Saat menyampaikan pidato politiknya, Prabowo sempat berhenti lantaran melihat pendukung yang kelelahan bahkan pingsan.
Berikut pidato politik Prabowo secara lengkap yang disampaikan dalam kampanye akbar di GBK:
Terima kasih saudara telah datang dari tempat yang jauh juga saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang berada di seluruh Tanah Air dan mungkin juga di luar negeri yang sekarang melihat acara kita di GBK, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Saudara-saudara sekalian, terima kasih saudara-saudara dengan sabar, dengan semangat, dengan gemuruh, datang berbondong-bondong, luar biasa, luar biasa. Terima kasih-terima kasih. Saudara-saudara sekalian, saya bersama Saudara Gibran Rakabuming Raka, dan seluruh Koalisi Indonesia Maju menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengorban saudara-saudara, kehadiran saudara-saudara pada siang hari ini.
Saudara-saudara sekalian, saya minta izin, saya minta izin untuk pertama, mengucapkan selamat merayakan hari besar Isra Mikraj bagi seluruh kaum muslim dan juga mengucapkan selamat Tahun Baru Imlek untuk saudara-saudara kita yang keturunan etnis Tionghoa yang merayakan Imlek. Kalau tidak salah hari ini adalah persis Hari Imlek, tahun baru bagi etnis Tionghoa.
Saudara-saudara sekalian, saya juga mohon maaf kepada rakyat jakarta yang telah mengalami kemacetan karena yang hadir lebih dari yang kita perkirakan. Kita perkirakan yang datang 200.000, tetapi laporannya mendekati 600.000 yang hadir. Saudara-saudara sekalian, harusnya acara siang hari ini, undangan resminya adalah jam 3 siang, tetapi saya dapat laporan tadi, saudara-saudara sudah berdiri di sini sejak jam 9 tadi pagi. Karena itu, saya putuskan acara dipercepat.
Saudara-saudara sekalian, saya meminta izin menyapa tokoh-tokoh nasional yang hadir hari ini bersama kita, yang berada bersama kita siang hari ini. Saya minta izin menyapa mereka. Tentunya, hadir calon wakil presiden Republik Indonesia, Mas Gibran Rakabuming Raka beserta Ibu Selvi Ananda. Hari ini kita mendapatkan kehormatan besar, saya mendapat kehormatan besar, hadir Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hadir juga Ketua Umum Partai Golongan Karya, Saudara Airlangga Hartarto beserta kader-kader Partai Golkar. Angkat tangan Golongan Karya. Hadir juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Saudara Zulkifli Hasan beserta kader Partai Amanat Nasional, juga Ketua Umum Partai Demokrat, Saudara Agus Harimurti Yudhoyono beserta seluruh kader Partai Demokrat. Hadir Ketua Umum Partai Bulan Bintang Profesor Doktor Yusril Ihza Mahendra. Hadir Ketua Umum Partai Gelora, Saudara Anis Matta beserta kader Partai Gelora, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Saudara Kaesang Pangarep. Saudara Ketua Umum Partai Prima, Saudara Agus Jabo. Ketua Umum Partai Garuda Saudara Ahmad Ridha Sabana, Ketua Harian Partai Gerindra Saudara Sufmi Dasco Ahmad beserta seluruh kader Partai Gerindra yang hadir. Ketua TKN Saudara Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi. Seluruh relawan, Sahabat Ara dan Saudara Maruarar Sirait, seluruh relawan yang hadir, Bara JP, Samawi, Gempita, Bolomase, Tim 7, Laskar Trisakti, Matahari 08, Bipro, Laskar Prabowo Gibran, Bala Prabowo Gibran, Prabowomania, Relawan Daru, Relawan GMI, dan seluruh relawan Prabowo-Gibran dari seluruh Indonesia dan dari luar negeri.
Baca Juga
Hadir tokoh nasional, Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Jenderal Polisi (Purn) Sutanto, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Letjen (Purn) EE Mangindaan, Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Letjen TNI (Purn) Muhammad Herindra. Tokoh ulama besar Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi Kwitan, Habib Luthfi bin Yahya, Gus Miftah, serta tokoh-tokoh lintas agama yang hadir. Hadir juga Saudara Erick Thohir, menteri BUMN sekaligus ketua umum PSSI, Saudara Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur dua periode Pakde Karwo, Saudara Emil Dardak, Gubernur Jawa Barat 2018-2023 Ridwan Kamil, Saudara Agus Gumiwang, Saudara Muhammad Lutfi, Saudara Budiman Sudjatmiko, Saudara Fahri Hamzah, Saudara Fadli Zon, Bapak Ginanjar Kartasasmita, Bapak Theo Sambuaga, Bapak Hashim Djojohadikusumo, Ibu Titiek Soeharto, Gubernur Jawa Timur 2019-2024 Ibu Khofifah Indar Parawansa, Wali Kota Tangerang Selatan Ibu Airin Rachmi, Ibu Meutya Hafid, Ibu Linda Gumelar, Ibu Wismoyo Arismunandar.
Saudara-saudara sekalian, minta maaf satu per satu tokoh nasional saya sebut karena mereka menghormati kita, kita harus menghormati mereka. Saudara-saudara sekalian, hari ini adalah hari penutupan kampanye untuk presiden-wakil presiden dan wakil-wakil rakyat tahun 2024. Kita ini sekarang adalah penutupan kampanye. Untuk itu, saya atas nama Prabowo-Gibran dan atas nama Koalisi Indonesia Maju, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia, kepada seluruh pendukung-pendukung Prabowo-Gibran, terima kasih atas dukunganmu. Saudara-saudara sekalian sebentar lagi, empat hari lagi, kita akan melaksanakan pemilihan umum. Saudara-saudara sekalian sebentar lagi kita harus melaksanakan kewajiban kita sebagai warga negara, kita harus menentukan pilihan untuk masa depan kita dan masa depan anak-anak kita, dan masa depan cucu-cucu kita.
Saudara-saudara sekalian, tanggal 14 Februari, saudara-saudara kita semua akan menentukan masa depan anak-anak kita dan cucu-cucu kita. Prabowo-Gibran dan Koalisi Indonesia Maju berjuang untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kami berjuang untuk membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia, kami akan melanjutkan apa yang sudah dibangun oleh presiden-presiden sebelum ini. Kita berterima kasih kepada semua presiden yang telah bekerja untuk seluruh rakyat Indonesia. Kita berterima kasih kepada semua pejuang, semua patriot, kita berterima kasih kepada Bung Karno, Bung Batta, Bung Sjahrir, kepada semua pejuang, semua pahlawan yang telah membangun bangsa ini, memimpin bangsa kita, membawa kita keluar dari penjajahan.
Saudara-saudara, kita berterima kasih kepada Presiden Soeharto, kita berterima kasih kepada Presiden BJ Habibie, kita berterima kasih kepada Presiden Abdurrahman Wahid, kita berterima kasih kepada Presiden Megawati, kita berterima kasih kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan kita juga berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo.
Saudara-saudara sekalian, bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bukan besar wilayah saja, bukan besar penduduk saja, tetapi besar hati kita, besar jiwa kita, besar akhlak kita. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati pahlawan-pahlawannya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghotmati pemimpin-pemimpinnya. Mari kita menjadi bangsa yang besar, mari kita hormati pemimpin-pemimpin kita. Jangan jadi bangsa yang kerdil. Jangan mau diadu domba terus oleh bangsa-bangsa asing, jangan mau kita dibohongi terus. Kita harus menjadi negara yang hebat, negara yang makmur dan karena itu, kita harus menjaga kerukunan, kita harus menjaga persatuan, kita harus menjaga suasana kerja sama saling membantu, saling mendukung, yang kuat mengangkat yang lemah, yang kaya membantu yang miskin, yang pintar mengajar orang yang belum pintar, Iaru indonesia menjadi negara hebat.
Saudara-saudara, Prabowo-Gibran, Koalisi Indonesia Maju, kami sudah menghitung, kami sudah mengkaji, Indonesia kekayaannya luar biasa dan karena itu tugas Prabowo-Gibran dan Koalisi Indonesia Maju adalah untuk menjaga kekayaan bangsa Indonesia dan untuk mengelola kekayaan itu untuk bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Itu tekad kami. Itu tekad kami. Kekayaan Indonesia dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
Saudara-saudara, saya menyatakan, apabila nanti Prabowo-Gibran menerima mandat dari rakyat, apabila nanti 14 Februari kita dipilih oleh rakyat, kami akan memimpin Indonesia seluruh rakyat Indonesia. Kami akan menjadi presiden-wakil presiden untuk seluruh rakyat Indonesia, termasuk yang memilih 01, dan termasuk yang memilih 03, kami akan membela seluruh rakyat Indonesia.
Baca Juga
Prabowo Bacakan Puisi Heroik Seorang Pahlawan dalam Pidato Akbar di GBK, Siapakah Dia?
Saudara-saudara sekalian, sudah berkali-kali saya sampaikan, sudah berkali-kali saya sampaikan, bahwa masa depan kita gemilang, kita sekarang negara ke-16 terkaya, terkuat di dunia. Sebentar lagi kita akan menjadi negara ke-10, ke-8, bahkan bisa menjadi negara kelima terkuat di dunia. Syaratnya, kita harus rukun, kita harus bersatu, kita harus damai, kita tidak boleh diadu domba lagi, kita tidak boleh pecah belah, kita tidak boleh saling mencurigai, saling menjelek-jelekkan, saling mengejek, saling memfitnah. Tidak boleh. Kita harus bersatu supaya kita menjadi negara yang hebat, rakyat kita makmur. Kita hilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia.
Saudara-saudara, saya kira kalian sudah mengerti perjuangan Prabowo Gibran, betul? Kita akan kasih makan siang untuk semua anak-anak Indonesia. Yang tidak setuju mungkin sebaiknya belajar lagi, yang tidak setuju anak-anak Indonesia dikasih makan siang kebangetan. Yang penting rakyat setuju atau tidak? Penting atau tidak anak-anak kita penting atau tidak dapat makan dan minum susu? Mau atau tidak anak-anakmu kuat, pintar, cerdas?
Saudara-saudara sekalian yang mengatakan makan untuk anak-anak kita tidak penting menurut saya bukan orang yang waras, bukan orang yang cinta Tanah Air. Saya tidak ragu-ragu, Prabowo-Gibran tidak ragu-ragu, kami akan memberi makan siang untuk anak-anak indonesia. Saya katakan nanti, siapa yang mau masuk kabinet, siapa mau jadi menteri saya, harus setuju anak-anak harus diberi makan siang. Kalau kau tidak setuju tidak usah gabung di kabinet Prabowo Subianto.
pidato saya masih ada lima halaman, mau dengar pidato atau joget? Tadi malam saya sudah latihan pidato. Lima jam saya latihan, tetapi saya mengerti, saya paham, saudara-saudara sudah setuju, saudara-saudara sudah sehati dengan kami, benar? Kalau tidak, tidak mungkin dari jauh saudara datang berjam-jam berdiri, panas sampai pingsan, sauadara masih setia, saudara sudah satu hati dengan kami, betul?
Saudara sudah mengert, saya minta tanggal 14 yang akan datang, semuanya harus ke TPS. Betul? berani saudara-saudara? Berani saudara-saudara? ke TPS, jaga surat suara saudara, coblos, tunggu sampai selesai. Terima kasih. Terima kasih saudar-sadara sekalian.
Saya mau menutup pidato saya dengan mengutip tulisan yang ditinggalkan seorang pemuda umur 21 tahun yang gugur dalam pertempuran di Tangerang tahun 46. Di dalam sakunya, diketemukan secarik kertas dengan tulisan sebagai berikut.
Dia mengatakan, "Kita tidak sendirian, rakyat beribu-ribu orang, bergantung kepada kita. rakyat yang tak pernah kita lihat, rakyat yang mungkin tak akan pernah lihat kita, tetapi apa yang kita lakukan akan menentukan apa yang terjadi kepada mereka" dan saya tambahkan, "apa yang terjadi kepada mereka, kepada anak-anak mereka, dan kepada cucu-cucu mereka.
Saudara-saudara sekalian, kemenangan di hadapan kita, kita tidak boleh lengah, kita tidak boleh sombong, kita rendah hati, kita sopan santun. Jangan mau diprovokasi, jangan curang, jangan menyakiti orang lain, kita berbuat baik, kita berbuat baik. Saudara-saudara sekalian, kita menyongsong estafet kebaikan, presiden keenam menyerahkan ke presiden ketujuh, presiden ketujuh insyaallah menyerahkan ke presiden yang kedelapan, insyaallaah Prabowo-Gibran berbakti dan mengabdi kepada rakyat Indonesia.
Saya menutup sambutan saya ini dengan doa, saya berdoa kehadirat Yang Maha Kuasa, saya berdoa kehadirat Allah Swt, Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa yang menguasai sekalian alam. Hanya kepada-Mu lah kami berdoa, hanya kepada-Mu lah kami meminta pertolongan. Ya Allah Ya Tuhan, berilah kekuatan kepada kami, agar kami kuat menerima amanat dari rakyat Indonesia, agar kami memiliki kemampuan kearifan, kecerdasan, keberanian, kejujuran, keikhlasan untuk melindungi rakyat Indonesia, untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Untuk memberi makan kepada mereka yang susah makan. Untuk memberi sekolah kepada mereka yang susah sekolah. Untuk mencarikan pekerjaan yang layak untuk mereka yang susah mendapatkan pekerjaan. Untuk memberi rumah bagi mereka yang belum punya rumah. Ya Allah berilah kami kekuatan untuk kami terus setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia. Terima kasih Ya Allah, terima kasih atas segala yang Kau berikan, terima kasih atas rida-Mu, terima kasih atas segala karunia yang Kau berikan.

