Profil dan Langkah Politik Muhaimin Iskandar, Menko Pemberdayaan Masyarakat Kabinet Merah Putih
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto melantik 48 menteri dan lima pejabat seringkat menteri Kabinet Merah Putih di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2024) lalu. Satu dari 48 menteri yang dilantik Prabowo adalah Muhaimin Iskandar, yang menjadi menteri koordinator (menko) bidang pemberdayaan masyarakat.
Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 24 September 1966, dikenal sebagai ketua umum (ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Cak Imin merupakan putra dari pasangan Muhammad Iskandar dan Muhassonah. Muhammad Iskandar, ayah Cak Imin, merupakan seorang guru di Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif, Jombang, sedangkan ibunya menjadi pemimpin pondok tersebut.
Cak Imin mengenyam pendidikan di sekolah dasar (SD) Mamba'ul Ma'rif Denanyar Jombang pada 1973-1979, lalu Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Jombang tahun 1979-1982. Kemudian dia melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta 1982-1985. Alumnus Denanyar ini kemudian melanjutkan studi dengan meraih gelar sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISI) Universitas Gadjah Mada (UGM).
Saat berkuliah di UGM, Cak Imin berkenalan dengan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang menjadi wadah bagi dirinya mengasah nalar dalam berorganisasi dan kepemimpinan. Secara berturut-turut, dia dipercaya menjadi ketua rayon PMII FISIP UGM, ketua komisariat PMII UGM dan ketua cabang PMII Yogyakarta. Puncaknya Cak Imin berhasil terpilih sebagai ketua umum PB PMII tahun 1994-1997.
Baca Juga
Berbagi Kantor dengan Cak Imin, Pratikno: Optimalkan yang Ada
Masih dalam bidang pendidikan, Cak Imin tercatat melanjutkan studi dengan meraih gelar magister komunikasi di Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1998. Lalu dia juga berhasil meraih gelar doktor kehormatan atau honoris causa dari Universitas Airlangga (Unair) tahun 2018.
Langkah Politik Cak Imin
Langkah politik Cak Imin dimulai ketika ia ditugaskan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjadi tim asistensi pembentukan PKB di tahun 1998. Cak Imin kemudian terpilih sebagai anggota parlemen hasil pemilihan umum (pemilu) tahun 1999. Bahkan dia ditugaskan sebagai wakil ketua DPR periode 1999-2004 saat usianya baru menginjak 33 tahun.
Cak Imin diangkat sebagai sekretaris jenderal (sekjen) dan menjabat pada tahun 2004-2005. Melalui kongres partai yang berlangsung pada 16-18 April 2005 di Semarang, Cak Imin terpilih sebagai ketua umum PKB menggantikan Alwi Shihab. Terpilihnya Cak Imin kemudian menimbulkan dinamika di internal PKB yang sempat menggoncang kursi ketua umum, meski hingga saat ini posisinya tidak tergantikan imbas dari langkah politiknya yang dikenal lincah.
Alumnus UGM ini kembali masuk ke parlemen dengan terpilih sebagai wakil ketua DPR periode 2004-2009. Berbekal pengalaman satu dekade di parlemen, dia beralih ke pemerintahan dengan masuk ke dalam kabinet sebagai salah satu menteri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menunjuk Cak Imin sebagai menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (menakertrans) periode 2009-2014.
Baca Juga
Dilantik Jadi Menko Pemberdayaan Masyarakat, Cak Imin Sebut Tugas Berat
Pada pemilu tahun 2014, Cak Imin berhasil membawa PKB meraih perolehan 9,04% suara nasional dan memperoleh 47 kursi parlemen. Di periode ketiganya sebagai ketua umum PKB, dia juga didapuk menjadi anggota DPR 2014-2018. Lalu setelah adanya revisi UU MD3, dia diangkat sebagai wakil ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat pada 2018-2019.
Lagi-lagi, Cak Imin berhasil lolos ke Senayan hasil pemilu tahun 2019. Maju dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VIII, dia memperoleh sebanyak 149.916 suara. Kemudian dia dipilih sebagai wakil ketua DPR periode 2019-2024.
Puncak karirnya di dunia politik adalah saat dia maju sebagai calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Anies Rasyid Baswedan dalam pemilihan presiden (pilpres) 2024. Langkah ini mengejutkan banyak pihak lantaran Cak Imin tidak dijagokan untuk maju di gelaran pilpres. Meski pada akhirnya kalah dari Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, momentum ini menunjukkan kelihaian Cak Imin dalam mengambil langkah politik.
Sementara itu dilansir dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 17 Oktober 2024, Cak Imin memiliki total kekayaan mencapai Rp 25,97 miliar.

