Profil Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN di Kabinet Merah Putih
JAKARTA, investortrust.id - Nusron Wahid secara resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Senin (21/10/2024) di Istana Merdeka, Jakarta. Dia menjadi satu dari 48 menteri Kabinet Merah Putih yang dilantik oleh Prabowo. Di mata publik, Nusron dikenal sebagai seorang aktivis serta politikus.
Pria kelahiran Kudus, 12 Oktober 1973 ini menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Kemudian dia memperoleh gelar magister ilmu ekonomi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Nusron pernah bergelut di bidang profesional dengan menjadi pengajar di UI, Wartawan Bisnis Indonesia, serta peneliti pada Lembaga Pranata Pembangunan VI selama 1995-1999. Dia juga pernah bekerja sebagai staf ahli di Kementerian BUMN pada 2000-2001 dan staf ahli di Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan pada 2001-2022.
Dalam riwayat keorganisasian, dia banyak berkecimpung di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Pernah menjabat sebagai ketua Lembaga Kajian dan SDM PCNU Depok tahun 1998-2000. Lalu dia sempat diberikan mandat untuk menjadi ketua umum Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2000-2003. Selain itu dia juga pernah bertugas sebagai ketua umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor 2011-2016.
Baca Juga
Pada bidang politik dan pemerintahan, dia merupakan koordinator bidang agama DPP Partai Golkar periode 2004-2009. Selama di Golkar, kepiawaiannya sebagai politikus terbukti dengan catatan 5 kali berturut-turut terpilih dalam pemilihan legislatif (Pileg). Dia mengawali karir sebagai politikus dengan menduduki kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Dapil Jawa Tengah II (Kabupaten Demak, Jepara dan Kudus).
Pada Pileg 2009, dia kembali terpilih sebagai wakil rakyat untuk menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Dan untuk ketiga kalinya, dia kembali terpilih untuk menduduki kursi parlemen pada periode 2014-2019. Sebagai catata di periode ketiganya, dia memilih mundur lantaran ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai kepala BNP2TKI yang terhitung sejak 27 November 2014.
Baca Juga
Menteri ATR/BPN Harap Geoportal KSP 2.0 Dorong Investasi dan Kepastian Hukum
Lalu di tahun 2019, dia kembali berhasil lolos ke Senayan usai terpilih dalam Pileg dari Dapil Jawa Tengah II. Jelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR 2019-2024, dia berperan menjadi ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Haji. Terakhir dalam Pileg 2024 dia kembali terpilih untuk melenggang ke parlemen dan sekaligus berkontribusi terhadap capaian Partai Golkar menjadi pemenang kedua pada Pemilu 2024.
Sementara itu dilansir dari laman elhkpn.kpk.go.id, Nusron memiliki total harta kekayaan mencapai Rp 17,53 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tanggal penyampaian 27 Maret 2024 ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk laporan periodik 2023. Harta kekayaan itu terdiri dari 16 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kudus, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, dan Depok yang disebut bersumber dari hasil sendiri senilai Rp 13,93 miliar.

