Profil AHY, Menteri ATR yang Bakal Lanjutkan Tugas di Pemerintahan Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan komitmennya mendukung penuh pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka lima tahun mendatang.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang juga anak dari Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini telah memenuhi panggilan presiden terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, Senin (14/10/2024) serta menerima pembekalan di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (16/10/2024).
Baca Juga
Sambangi Kertanegara, AHY: Prabowo Minta Bantu di Pemerintahan
AHY mengatakan, dirinya bersama para calon menteri kabinet 2024-2029 mendatang telah diberikan arahan yang cukup mendalam mengenai situasi politik hingga perekonomian global yang menjadi perhatian khusus pemerintahan Indonesia ke depannya.
“Seharian kita semua diundang dan diberikan arahan, dan juga penjelasan dari bapak presiden terpilih kita, Bapak Prabowo Subianto, di Hambalang. Beliau juga menjelaskan sekaligus memberikan gambaran tentang situasi dunia, tentang tantangan geo-politik, geo-ekonomi, dan semua dampak terhadap Indonesia, terhadap kawasan kita juga dari sisi ekonomi tentunya, politik, keamanan pertahanan, dan lain sebagainya,” kata AHY kepada wartawan seusai pembekalan dari Prabowo Subianto bersama para calon menteri lainnya, Rabu (16/10/2024).
Berdasarkan catatan investortrust.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik AHY sebagai menteri ATR BPN di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/2/2024) lalu.
AHY menggantikan posisi Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto yang dilantik sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam).
Lantas bagaimana profil AHY dan perjalanan kariernya hingga saat ini?
AHY yang lahir di Bandung, 10 Agustus 1978 merupakan anak pertama dari dua bersaudara pasangan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono). AHY menikah dengan Annisa Larasati Pohan pada 8 Juli 2005.
Baca Juga
Annisa merupakan seorang artis dan anak dari Aulia Pohan, mantan deputi Gubernur Bank Indonesia. Dari pernikahan tersebut, Agus dan Annisa Pohan dikaruniai seornag anak bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono.
SBY merupakan presiden RI dua periode, yakni 2004-2009 dan 2009-2014. Sementara, kakeknya dari ibu adalah Sarwo Edhie Wibowo, pemimpin penumpasan G-30S dengan jabatannya saat itu sebagai panglima Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD) atau kini bernama Kopassus. Sementara, paman AHY adalah Pramono Edhie yang merupakan kepala Staf TNI Angkatan Darat periode 2011-2023.
Sebagai anak seorang tentara, AHY menghabiskan masa kecilnya berpindah-pindah mulai dari Bandung, Timor Timur, Jakarta sampai dengan Amerika Serikat. AHY sempat mengenyam pendidikan sekolah dasar atau SD di Timor Timur dan kemudian berpindah ke SD Kuntum Wijaya Kusuma, di Jakarta Timur pada 1984 hingga 1988. Selanjutnya, AHY pindah sekolah ke David J Brewer School, Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat hingga 1991.
Seusai tamat SD, AHY melanjutkan pendidikan di SMPN 5 Bandung dan pindah sekolah ke SMPN 20 Jakarta Timur. Pada 1994, AHY menempuh pendidikan SMA Taruna Nusantara di Magelang yang merupakan salah satu sekolah dengan landasan militer. AHY lulus SMA Taruna Nusantara pada 1997 dengan predikat lulusan terbaik dan berhak meraih Garuda Trisakti Tarunatama Emas.
Selanjutnya, AHY menempuh pendidikan militernya di Akademi Militer (Akmil) pada 1997 dan lulus pada 2000 dengan dua penghargaan, yakni Adhi Makayasa atau murid lulusan terbaik dan Tri Sakti Wiratama yang merupakan prestasi tertinggi dengan penilaian kolektif dari mental, fisik, dan kecerdasan intelektual.
AHY lalu melanjutkan pendidikan militernya di pendidikan dasar infanteri TNI AD dan kursus Combat Intel pada 2001 serta pendidikan operasi lintas udara atau airborne operations course Army Infantry School pada 2002.
Pada tahun yang sama, AHY yang merupakan perwira Brigif Linud 17 Kostrad menjadi komandan di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/ Tengkorak yang ditugaskan dalam operasi pemulihan keamanan di Aceh. AHY kemudian menjabat sebagai komandan peleton Rifle Platoon, Batalyon Infanteri 305 Kostrad pada 2002 hingga 2004 dan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Pasi-2/OPS Batalyon Infantri 305 pada 2004 hingga 2007.
Pada 2006, AHY mengemban tugas sebagai perwira seksi operasi kontingen Garuda XXIII-A yang bertugas menjaga perdamaian di sepanjang perbatasan Israel dan Lebanon Selatan
AHY kemudian melanjutkan pendidikan militernya di US Army Maneuver Captain Career Course di Fort Benning, Amerika Serikat pada 2011 dan menjadi lulusan terbaik. Kembali ke Indonesia, AHY bertugas sebagai kepala seksi operasi (kasiops) di Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang 1 Kostrad hingga 2013. AHY sempat menjadi dosen pascasarjana progam manajemen pertahanan, Universitas Pertahanan hingga 2014. Pada 2015, AHY menempuh pendidikan di George Herbert Walker School of Business and Technology, Webster University, Amerika Serikat. Pada waktu yang sama, dia menempuh kembali pendidikan militernya di US Army Command and General Staff College, Fort Leavenworth, Amerika Serikat.
Baca Juga
Terobosan Menteri AHY, Wujudkan Penataan Kawasan Kumuh secara Vertikal Pertama Kali di Jakarta
Sepulangnya dari Amerika Serikat, dia diberikan tugas sebagai komandan Batalyon Infanteri Yonif Mekanis 203 pada 2015 hingga 2016. AHY memutuskan mengundurkan diri dari militer dengan jabatan terakhir sebagai mayor infanteri pada September 2016.
Selepas mengundurkan diri dari militer, AHY masuk dalam dunia politik dan bergabung dengan Partai Demokrat. AHY langsung bertarung dalam Pemilihan Gubernur (pilgub) DKI Jakarta pada 2017.
Berpasangan dengan dengan Sylviana Murni, AHY kalah di putaran pertama melawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Pada 2020 AHY menjadi ketua umum Partai Demokrat menggantikan ayahnya, SBY. AHY terpilih secara aklamasi oleh seluruh peserta Kongres Demokrat di JCC Senayan, Jakarta.

