115 Kader PKS Jadi Calon Kepala Daerah, Aher: Terbanyak Sepanjang Sejarah
JAKARTA, investortrust.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memanaskan mesin partai menjelang perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Jelang Pilkada 2024, PKS melakukan konsolidasi internal melalui forum rapat kerja nasional (rakernas) yang dihadiri oleh pengurus dewan pengurus tingkat pusat (DPTP) dan dewan pengurus tingkat wilayah (DPTW).
"Rakernas ini merupakan konsolidasi terakhir PKS untuk menyongsong pemenangan Pilkada 2024 dan persiapan partai menuju periode akhir kepengurusan," kata Plh Presiden PKS Ahmad Heryawan atau Aher dalam konferensi pers seusai pembukaan rakernas di Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Baca Juga
Menegaskan kembali hasil keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) yang berlangsung Kamis (19/9/2024), Aher menyebut PKS membidik target 60% kemenangan di pilkada se-Indonesia. Ia mengatakan sebanyak 115 kader PKS akan maju sebagai calon kepala daerah (cakada) sekaligus yang terbanyak sepanjang sejarah partai tersebut.
Dijelaskan Aher PKS mengusung empat kadernya sebagai calon gubernur (cagub) yang tersebar di Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Maluku Utara. Kemudian, terdapat tiga kader PKS yang maju sebagai bakal calon wakil gubernur (cawagub) untuk provinsi Riau, Banten dan DKI Jakarta.
"Dan targetnya di provinsi tersebut, targetnya menang. Ngapain maju kalau bukan untuk menang?" sebut Aher.
Selain tujuh kader yang akan maju dalam pertarungan pemilihan gubernur (pilgub), sebanyak 108 kader PKS yang akan maju dalam pilkada di tingkat kabupaten/kota.
"Maksudnya yang kader ya, yang anggota PKS. Gubernurnya empat, wagubnya tiga, kemudian bupati/wali kota ini 108, ini terbanyaklah secara (sejarah) PKS," klaim Aher.
Baca Juga
Gelar Rapimnas, PKS Bidik Raih 60% Kemenangan di Pilkada 2024
Sementara itu, terkait dengan penyelenggaraan Rakernas, PKS mengusung tema kolaborasi membangun negeri. Menurut Aher, tema tersebut diusung sebagai sinyal bahwa PKS siap berkolaborasi dengan seluruh komponen bangsa untuk membangun masa depan negeri.
"Negeri yang kita cita-citakan adil dan makmur seperti yang ada pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat," jelasnya.

