Keras, Menteri Suharso Sebut Kepala Daerah Seenaknya Hitung Stunting
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengkritik keras sikap kepala daerah yang seenaknya menghitung angka stunting. Kondisi ini kerap terjadi lantaran kepala daerah haus pujian karena dianggap berhasil mengatasi stunting di daerahnya.
“Kalau kepala daerah mengejar pujian, dia (kepala daerah) bilang sudah turun. Seenaknya menghitung angka,” kata Suharso, di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (20/11/2023).
Baca Juga
Kereen! Pemkot Bandung Gunakan Ini untuk Edukasi Pencegahan Stunting
Suharso mengatakan sejatinya banyak pemimpin daerah yang tidak paham bagaimana cara mengatasi stunting di wilayahnya.
“Mereka pada dasarnya enggak ngerti,” tegas Suharso.
Suharso mengungkap cara kepala daerah menghitung stunting. Dicontohkan, jika terdapat 100 anak stunting berusia 0-5 tahun, kepala daerah akan mengurangi angkanya jika salah satu anak menginjak usia 5 tahun.
“(Dianggapnya) jadi tinggal 99 orang. Ada bayi baru datang, setelah diperiksa tidak ada yang stunting berarti dianggap berkurang. Masuk akal enggak? Ya enggak,” ucap dia.
Suharso mengatakan untuk mengatasi stunting tidak dapat dilakukan setelah bayi lahir. Intervensi stunting harus dilakukan selama 30 bulan sejak dalam kandungan hingga masa sapih.
“Itu menentukan dia stunting atau tidak,” kata dia.
Suharso juga meminta para ibu muda untuk memahami penguatan gizi dilakukan sejak hamil hingga bayi lahir. Suharso juga meminta kaum ibu memahami gizi agar menghasilkan ASI berkualitas untuk bayinya.
“Knowledge itu yang harus dimiliki ibu-ibu itu. Jangan yang dijejelin anaknya saja.,” kata dia. (CR-7)

