PUPR Beberkan Progres Pembangunan Kawasan Kepresidenan di IKN Capai 89,9%
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memaparkan, realisasi progres pembangunan fisik kawasan kepresidenan Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 89,9%.
"Karena kontraknya kan akhir tahun ya, itu sudah 73% tuh istana negara dan lapangan upacara, lapangan upacaranya sudah siap. Kalau (progres) kantor presidennya 89,9%. Jadi kalau sekarang 90% memang sudah fungsional," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2024).
"Karena kontraknya kan akhir tahun ya, itu sudah 73% tuh istana negara dan lapangan upacara, lapangan upacaranya sudah siap. Kalau (progres) kantor presidennya 89,9%. Jadi kalau sekarang 90% memang sudah fungsional," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Kementerian PUPR, Danis H. Sumadilaga di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Jumat (14/6/2024).
Danis memerinci, progres fisik gedung istana negara dan lapangan upacara sudah mencapai 73,5%. Sedangkan, progres fisik gedung kantor dan kawasan istana kepresidenan tembus 89,995%.
Adapun pihaknya menargetkan, seluruh pembangunan tersebut akan selesai di bulan Oktober 2024 mendatang.
"Kontraknya itu memang nanti sampai Oktober, sampai akhir Oktober atau November. Kita tetap target selesainya kan di Oktober," tutur Danis.
Kendati demikian, pada saat pelaksanaan upacara kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 kawasan tersebut sudah dapat difungsionalkan oleh pemerintah.
"17 Agustus kita fungsionalkan, lapangan upacara sudah. Katakanlah Agustus itu (progres mencapai) 95%, 5% (sisanya) itu kan finishing, tanaman dan sebagainya, tetapi gedung, mechanical dan electrical-nya sudah siap," ujar Danis.
Danis juga menyampaikan, pemasangan pilar garuda untuk kantor presiden akan rampung di akhir Juni 2024.
"Pemasangan pilar sayap Garuda, saya cek kemarin, insyaallah Minggu ke-3 Juni (sudah terpasang). Tanggal 23 atau 27 Juni, sudah terpasang semua, akhir Juni lah, terpasang," papar dia.
Diketahui, saat ini anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) telah menggelontorkan sekitar Rp 25,009 triliun untuk progres pembangunan tahap I IKN dengan progres fisik rata-rata mencapai 84,94%. Kemudian, progres pembangunan tahap II IKN progres fisik rata-rata telah mencapai 38,04% dan menelan APBN sebanyak Rp27,639 triliun.
Selanjutnya, untuk rata-rata progres pembangunan tahap III IKN telah mencapai 7,03% dan menghabiskan APBN sebesar Rp26,533 triliun.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, total investasi yang masuk ke IKN hingga groundbreaking keenam telah mencapai Rp 51,3 triliun.
Kendati demikian, pada saat pelaksanaan upacara kemerdekaan Republik Indonesia ke-79 kawasan tersebut sudah dapat difungsionalkan oleh pemerintah.
"17 Agustus kita fungsionalkan, lapangan upacara sudah. Katakanlah Agustus itu (progres mencapai) 95%, 5% (sisanya) itu kan finishing, tanaman dan sebagainya, tetapi gedung, mechanical dan electrical-nya sudah siap," ujar Danis.
Danis juga menyampaikan, pemasangan pilar garuda untuk kantor presiden akan rampung di akhir Juni 2024.
"Pemasangan pilar sayap Garuda, saya cek kemarin, insyaallah Minggu ke-3 Juni (sudah terpasang). Tanggal 23 atau 27 Juni, sudah terpasang semua, akhir Juni lah, terpasang," papar dia.
Diketahui, saat ini anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) telah menggelontorkan sekitar Rp 25,009 triliun untuk progres pembangunan tahap I IKN dengan progres fisik rata-rata mencapai 84,94%. Kemudian, progres pembangunan tahap II IKN progres fisik rata-rata telah mencapai 38,04% dan menelan APBN sebanyak Rp27,639 triliun.
Selanjutnya, untuk rata-rata progres pembangunan tahap III IKN telah mencapai 7,03% dan menghabiskan APBN sebesar Rp26,533 triliun.
Berdasarkan informasi yang diterima investortrust.id, total investasi yang masuk ke IKN hingga groundbreaking keenam telah mencapai Rp 51,3 triliun.
Sedangkan total investasi yang masuk pada groundbreaking keenam tersebut mencapai Rp 1,7 triliun. Pendanaan ini meliputi bangunan di badan usaha sektor pendidikan.
“Kita baru saja melakukan groundbreaking proyek investasi di IKN yang dipimpin oleh Presiden Jokowi. Jadi, totalnya sekitar Rp 51,3 triliun. Jadi senilai US$3,5 miliar berasal dari non APBN,” kata Deputi Bidang Keuangan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono beberapa waktu lalu.

