Keluarga Ketua BEM UI Diintimidasi Aparat, Mahfud: Kalau Benar Itu Langgar Konstitusi
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD angkat bicara mengenai kabar Ketua BEM UI Melki Sedek Huang dan keluarganya diintimidasi aparat TNI dan Polri. Mahfud menegaskan, jika intimidasi itu benar terjadi, aparat telah melanggar konstitusi.
"Kalau itu benar terjadi dilakukan oleh aparat polisi itu berarti sangat tidak profesional dan melanggar konstitusi," kata Mahfud di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Baca Juga
Intimidasi terhadap Melki dan keluarganya diduga berkaitan dengan gerakan mahasiswa mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi batas usia capres-cawapres.
Mahfud menekankan, protes yang dilakukan Melki merupakan hak menyatakan pendapat yang dilindungi UUD 1945. Untuk itu, Melki apalagi keluarganya tidak boleh diintimidasi oleh pihak mana pun.
"Apalagi yang diteror keluarga dia, orang tuanya yang ada di desa. Itu tidak boleh, itu pelanggaran atas asas profesionalitas dan itu tidak boleh terjadi di NKRI yang punya konstitusi yang sangat ketat untuk itu. Baik Melki maupun orang tuanya harus dilindungi," katanya.
Namun, Mahfud mengaku belum mengetahui secara pasti duduk persoalan dan pihak yang sebenarnya mengintimidasi Melki dan keluarga. Untuk itu, Mahfud menyatakan akan mengirimkam tim untuk melakukan investigasi.
"Saya akan mengirim tim ke sana karena kalau ini dibiarkan nanti akan terjadi lebih lanjut dalam peristiwa-peristiwa politik berikutnya. Perintah presiden sudah jelas aparat TNI, Polri, birokrasi harus netral dalam semua peristiwa politik," tegas Mahfud.
Baca Juga
SMRC: Kesukaan Calon Pemilih ke Mahfud MD Lebih Tinggi Dibanding ke Pesaing
Bahkan, Mahfud memyatakan, pimpinan Polri dan TNI telah memperingatkan akan menjatuhkan sanksi terhadap anggota mereka yang tidak netral.
"Kalau itu terjadi di bawah saya akan mengirim tim dalam waktu dekat ini, apa betul itu diteror oleh polisi? Kan begitu kan. ya kita lihat saja nanti. Saya tidak bisa menjawab kecuali mengatakan nanti kita lihat, kita pastikan dahulu karena sekarang ini sesama warga sipil juga saling teror lalu menuduh polisi juga ada loh, banyak, tetapi kalau betul-betul polisi nanti kita tangani," katanya.
Sebelumnya, Melki mengaku diintimidasi. Tak hanya dirinya, Melki menyebut intimidasi itu jug dialami keluarganya di Pontianak, Kalimantan Barat. Melki intimidasi tersebut berkaitan dengan protes terhadap putusan MK mengenai uji materi usia capres-cawapres.
Melki menyebut keluarganya didatangi oleh sejumlah pihak yang mengaku sebagai aparat keamanan. Pihak tersebut menanyakan kebiasaan dirinya dan orang-orang di rumah.

