Erick Jangan Politisasi JIS
JAKARTA, Investortrust.id— Biaya pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) sebesar Rp 4,5 triliun hingga RFp 5 triliun, mana mungkin perbaikan menelan biaya Rp 5 triliun. Isu ini tidak benar sama sekali. Indonesia sedang membangun sepak bola dari tidur panjang. Semua pihak perlu mendukung penyelenggaraan Piala Dunia U-17 di Indonesia, 10 November-2 Desember 2023.
"Saya sangat terganggu ketika Stadion JIS yang dibangun dengan angka Rp 4,5 triliun-Rp 5 triliun itu, diberitakan bahwa hendak direnovasi senilai Rp 5 triliun. Ini pembohongan publik yang luar biasa," ujar Erick di Jakarta, Jumat (7/7/2023).
Isu ini viral di media sosial. Erick berharap, media arus utama memberitakan fakta yang sebenarnya dan berita yang memberikan semangat untuk membangun sepak bola nasional.
JIS hanya satu dari 22 stadion yang akan direnovasi. Hal ini bentuk komitmen transformasi sepak bola yang diajukan pemerintah dan PSSI kepada FIFA. Erick menyampaikan renovasi 22 stadion itu pun hanya menelan biaya sebesar Rp 1,9 triliun. Mana mungkin, renovasi mencapai Rp 5 triliun.
"Saya harap perdebatan yang tidak bermanfaat ini disudahi dan kita ingin perbaiki sepak bola tidak dalam konteks politik. Ini benar-benar niat baik, sama-sama ingin perbaiki," ucap Erick. Isu tersebut sangat kontradiktif dengan upaya pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PSSI yang berupaya keras menyiapkan infrastruktur stadion yang dapat memenuhi standar FIFA.
"Kita jangan terjebak pada hal-hal yang terus menerus seperti ini. Pak Anies (Baswedan) sendiri sudah bicara, stadion JIS milik Indonesia, milik bangsa kita, dan terbuka untuk diperbaiki," lanjut Erick. Sekarang, JIS dan stadion lainnya tinggal diperbaiki agar sesuai standar FIFA dan biayanya pun tidak besar, Rp 1,9 triliun untuk 22 stasiun.
Erick mengingatkan, 73% penduduk Indonesia suka bola. Anak muda Indonesia suka bola. “Kita ingin bangun dari tidur panjang sepak bola. Kita harus memanfaatkan peluang ini,” katanya.
FIFA resmi menunjuk Indonesia tuan rumah Pilala Dunia U-17 2023 menggantikan Peru. Di tengah krisis ekonomi, Peru tidak siap memperperbaiki stasiun sepak bola. Sebanyak 24 tim akan berlaga di turnamen ini. Asia diwakili Indonesia serbagai tuan rumah, Iran, Korea Selatan, Uzbekistan, dan Jepang. Brasil, Argentina, Spanyol, Jerman, Perancis, Inggris, dan Maroko. (Pd)

