Kemenkomdigi dan Pemprov DKI Luncurkan Tunas Jakarta, Dorong Anak Aktif di Ruang Publik
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar program Tunggu Anak Siap (Tunas) Jakarta di Taman Bendera Pusaka, Jumat (12/6/2026). Program ini bertujuan mendorong anak-anak untuk lebih aktif berinteraksi di ruang publik di tengah tingginya penggunaan gawai dan aktivitas digital.
Kepala BPSDM Kemenkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto mengatakan, Tunas Jakarta merupakan bagian dari upaya mendukung implementasi PP Tunas. Program tersebut mengajak anak-anak menyeimbangkan aktivitas di ruang digital dengan interaksi sosial di dunia nyata.
Baca Juga
Perpres AI Ditargetkan Terbit Tahun Ini, Menkomdigi Ungkap Alasan Pembahasan Molor
Menurut Bonifasius, penggunaan layar atau screen time anak saat ini sudah berada pada tingkat yang cukup tinggi, sehingga diperlukan lebih banyak ruang interaksi yang sehat bagi anak-anak. “Anak-anak sudah cukup tinggi penggunaan screen time-nya di ruang digital, hampir mencapai 7,5 jam. Karena itu kami menginisiasi kegiatan ini agar anak-anak berinteraksi dengan lingkungan dan komunitasnya,” ujarnya.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Kepemudaan dan Startup Alfreno Kautsar Ramadhan menjelaskan, Tunas Jakarta lahir dari masukan para orang tua yang mencari alternatif aktivitas bagi anak setelah didorong untuk menunda akses ke dunia digital.
Menurut Alfreno, pemerintah tidak bermaksud menjauhkan anak dari teknologi, melainkan menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan interaksi di ruang fisik. “Kita ingin memberikan alternatif. Ruang digital itu bagus, tetapi kita juga tetap membutuhkan koneksi di ruang publik dan ruang fisik,” kata Alfreno.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melambung 2,68% Jadi 6.043 Ditopang Saham BBCA hingga BRMS
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan siap memperluas kolaborasi serupa di berbagai ruang publik di ibu kota. Program Tunas Jakarta dinilai sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan interaksi sosial.
Kepala Unit Pengelola Jakarta Smart City Ponirin Ariadi Limbong mengatakan Jakarta memiliki banyak ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan serupa. Program tersebut dapat berkembang ke berbagai wilayah dan menjadi gerakan nasional. “DKI siap untuk bekerja sama menyukseskan program ini. Anak-anak harus bertumbuh dan berkembang tanpa melupakan ruang publik,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan Tunas Jakarta, Kemenkomdigi juga menggandeng berbagai pihak, mulai dari operator seluler, platform digital, komunitas, hingga pelaku industri berbasis aktivitas fisik.
