Lengkap, Ini Isi Pidato Anies Baswedan di Jakarta International Stadium
JAKARTA, Investortrust.id – Calon presiden nomor urut 01 Anies Baswedan didampingi pasangan calon wakil presidennya Muhaimin Iskandar bertekad akan mengusung perubahan jika mereka diberikan mandat dan terpilih pada hari pemilihan presiden yang jatuh pada 14 Februari mendatang.
Dalam kesempatan kampanye bertajuk Kumpul Akbar Ber1BeraniPerubahan di Jakarta International Stadium, Jakarta, Sabtu (10/2/2024), Anies bersama Cak Imin menegaskan visi dan misinya untuk menggeser kelompok-kelompok yang mengambil manfaat di atas ketimpangan.
Dalam kesempatan tersebut ia kembali mengungkit penguasaan sumber daya ekonomi oleh segelintir orang, sementara sisanya harus memperebutkan remah-remah hasil penguasaan sumber daya ekonomi tersebut.
“Ïni tidak bisa dibiarkan, rakyat Indonesia harus dapat kesempatan setara, dapat masa depan setara. Karena itu kita bergerak melakukan perubahan, dan kita sadar yang di seberang sana tidak akan diam begitu saja,” ujarnya.
Simak pidato lengkap Anies Baswedan di tengah panggung kampanye bertajuk Kumpul Akbar Ber1BeraniPerubahan di Jakarta International Stadium, Jakarta;
Baca Juga
Wakanda No More, Anies Sebut akan Kembalikan Indonesia jadi Negeri yang tak Menakutkan
Tepuk tangan untuk Gus Muahimin.
Yang saya hormati insyaallah, yang saya banggakan insyaallah, yang saya cintai insyaallah, wakil presiden Republik Indonesia 2024, Gus Muhaimin Iskandar.
Yang kami hormati yang kami banggakan yang kami teladani orang tua kita Wakil Presiden ke 10 dan ke 12, Bapak Mohammad Jusuf Kalla. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan, dipanjangkan umurnya, dan terus menjadi pengayom di Republik ini. Beliau beserta ibu berjalan kaki 1,5 jam, 3,5 kilometer menuju lokasi ini.
Yang saya hormati, yang saya banggakan, yang saya teladani, Ketua Umum Partai Nasdem, Bapak Surya Darma Paloh. Beliau yang membuka pintu jalan perubahan lewat jalur politik. Pintu lewat partai-partai banyak yang tersandera. Bang Surya Paloh membukakan jalan untuk rute perubahan, mengatakan gerakan perubahan di saat yang lain tak berani mengungkapkan. Dan sesudah itu didera dengan ujian yang tak henti hingga sekarang.
Tapi Bang Surya tak gentar tak mundur, tak bergeming. Semoga beliau sehat, umur panjang dan terus menjadi pejuang perubahan Indonesia yang mengedepankan akal sehat, kewarasan dan etika.
Yang saya hormati ketua umum Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf al Jufri, dan seluruh pimpinan keluarga besar PKS, yang memberikan keteladanan, siap berada di dalam pemerintahan dan tabah menjadi oposisi. Tabah menjadi oposisi, menjaga kewarasan publik dalam demokrasi di saat sebagian tak tahan berada di oposisi. Inilah keteladanan demokrasi, siap di dalam, siap di luar untuk demokrasi Indonesia.
Hadir bersama kita juga Bapak reformasi, bapak Amien Rais bersama kita di sini. Semoga beliau diberikan kesehatan dan terus ikut menjaga reformasi berada di relnya.
Yang kami banggakan, yang kami hromati dan cintai, semua pejuang perubahan yang memenuhi Jakarta International Stadium ini, yang datang dari jauh, hitungan kilometernya panjang, jauh dari ibu kota, tapi jaraknya pada Indonesia di nol meter. Memiliki kecintaan pada republrik ini, membawa pesan perubahan.
Bapak ibu sekalian, yang kami hormati, yang kami banggakan. Selamat datang di Jakarta International Stadium, tempat ini dipilih, karena ini adalah mahakarya yang dibangun 100 persen oleh keringat orang-orang Indonesia, yang dilahirkan oleh ibu-ibu Indonesia, yang dididik oleh pendidikan Indonesia, dan melahirkan mahakarya yang mempesona dunia.
Ibu bapak sekalian, wahai orang baik yang berkumpul di sini, wahai orang kuat yang berkumpul di sini, kita datang di tempat ini karena menginginkan…..? Kita datang di sini, karena kita menginginkan perubahan. Kita menyaksikan ketidakadilan yang sudah mewarnai perjalanan republik ini, apakah itu boleh dibiarkan? Apa boleh dilanjutkan?
Baca Juga
Anies Tegaskan Perubahan untuk Geser Pengambil Manfaat di atas Ketimpangan
Tanggung jawab kita adalah bersama-sama menghentikan ketidakadilan, menghentikan ketimpangan, menghadirkan perubahan.
Saudara-saudara sekalian yang kami hromati dan cintai, ibu bapak yang hadir dari seluruh penjuru Tanah Air, siang ini berkumpul begitu banyak. Hati mana yang tak tergetar menyaksikan jutaan orang berkumpul dalam semangat perubahan di tempat ini.
Sejak tengah malam kawan JIS penuh, semua datang bawa harapan, tadi tertulis disitu “Kami datang tanpa kepentingan, kami datang menginginkan perubahan”. Ada tulisan di depan saya, “Ora butuh duitmu, butuhe kepemimpinanmu”.
Ada lagi yang nulis, “Kami langgar larangan istri untuk sampai di JIS, tapi kami bukan melanggar konstutusi”.
Ada lagi yang nulis, “Capek-capek kuliah lulusan teknik, eh pilih yang melanggar etik”, ada yang menuliskan aspirasi di sini, “Pajak naik, eh malah joged-joged”.
Bertebaran spanduk di sana, ada tulisan besar sekali, “Dukung AMIN karena hati, bukan karena transaksi”.
Spanduk-spanduk bertebaran semua membawa harapan, semua menginginkan perubahan, dan saudara sekalian, ini yang membuat gerakan perubahan kita menjadi unik. Poster bukan didanai satu sumber, yang dicetak di seluruh Indonesia. Posternya dibangun dibuat dan didanai oleh kerja dan keringat-keringat pejuang yang ada di seluruh Indonesia. Karena itu tulisannya berbeda-beda tapi aspirasinya sama, tujuan seragam, yaitu perubahan.
Kita menginginkan perubahan yang sesungguhnya, bukan yang basa basi. Kita bergerak untuk bisa menggeser yang disebut sebagai pengambilan manfaat atas ketimpangan.
Beberapa waktu yang lalu kita mendengar obrolan ruang-ruang tertutup yang mengatakan bahwa beberapa orang menguasai sepertiga perekonomian Indonesia. Sementara 280 juta lainnya harus berebut sisanya. Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Rakyat Indonesia harus mendapatkan kesempatan setara, harus mendapatkan masa depan yang setara.
Karena itu kita bergerak untuk melakukan perubahan. Dan kita menyadari bahwa yang di seberang sana, yang ingin menjaga agar dominasi jalan terus, tidak akan mendiamkan begitu saja.
Tapi kita tidak menghadapi mereka dengan angkara murka, kita hadapi dengan welas kasih, dengan rasa kasih, suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti.
Kita hadapi dengan kecintaan sebagai warga RI, sebagai anak bangsa. Tetapi bila mereka melakukan kecurangan, bila mereka tidak menjalankan yang adil, maka kita siap untuk melawan.
Kita tidak diamkan perlakuan yang tak adil melenggang tanpa ditantang. Kita mengirimkan pesan ke semua rakyat Indonesia, kita menginginkan praktik demokrasi yang adil dan terbuka, yang mengandalkan tingginya penghormatan pada etika, di saat etika diremehkan, di saat etika dinomorbawahkan. Kami semua hadir membawa pesan, kami akan melakukan perubahan mengembalikan etika menjadi prioritas penting dalam menjalankan negara Republik Indonesia ini.
Ini semua kita kerjakan dengan kesadaran penuh, bahwa perjuangan ini tidak bisa dikerjakan sendirian. Karena itu kepada semua yang hadir di sini, kita ingin bawa pesan perubahan yang AMIN akan bawa, diiringi perasaan cinta kasih, dengan perasaan rahim dan rohman, perasaan merangkul semua, perasaan welas asih.
Kita tidak menginginkan negara yang sombong pada rakyatnya, kita tidak menginginkan negara yang pelit pada rakyat. Kita tidak menginginkan negara yang tega kepada rakyatnya, tapi negara yang mencintai rakyatnya, negara yang melindungi rakyatnya, negara yang membantu rakyatnya.
Dan ketika negara membantu rakyatnya, maka negara membantu secara tanpa pamrih.
Ketika bansos diberikan, maka itu untuk kepentingan penerima, bukan untuk kepentingan yang mengantarkan. Bansos yang kita siapkan adalah bansos yang tulus iklas. Disebut bansos plus, karena ditingkatkan jumlahnya dan penerimanya, dan didampingi supaya naik kelas. Kita tidak menginginkan bansos yang dipolitisasi, tapi bansos yang memberikan kemajuan bagi rakyat
Banyak anak-anak muda yang memiliki mimpi yang tinggi, yang memiliki cita-cita yang tinggi, tapi banyak dari mereka yang menjadi sandiwch generation, terjepit. Kami hadir untuk membukakan pintu-pintu agar anak-anak muda bisa meraih mimpinya, agar anak-anak muda tidak mati melihat mimpinya, anak-anak muda yang melihat Indonesia memberikan kesempatan kepada semuanya.
Kami semua berikhtiar, dan pegang janji ini, negara yang mencintai rakyatnya, negara yang mencintai anak mudanya. Abah yang mencintai rakyat Indonesia, Abah yang mengayomi rakyat Indonesia, sebagaimana abah mencintai anak-anaknya Tia, Mikail, Kaisar, Ismail, yang semuanya dekat di hati dan selalu dibela.
Insyaallah itu komitmen abah untuk Indonesia ke depan. Dicintai sebagaimana anak sendiri. Dan kita menginginkan suasana persatuan yang ditopang rasa keadilan, bukan suasana persatuan yang dibangun oleh rasa ketakutan.
Saudara-saudara yang hadir di sini ada yang berangkat karena rasa takut? Ada yang berangkat karena bayaran? Ada yang berangkat karena iming2 rupiah? Semuanya berangkat karena ingin perubahan. Karena itu Anda datang dengan cinta, Ibu bapak datang dengan cinta. Kamipun akan bekerja dengan membawa cinta kasih itu, dan menyebarkan di kebijakan-kebijakan yang akan dibuat di masa depan.
Untuk kita bisa menyelenggarakan itu semua, kita semua harus bersiap, kitaharus bekerja bersama. Empat hari lagi bangsa ini akan mententukan arah, empat hari lagi bangsa ini akan menentukan perjalanan ke depan. Kita harus bekerja keras menyongsong kesempatan untuk perubahan, dan itu artinya menjangkau semua empat hari ke depan, dan itu artinya menjaga suara di TPS-TPS.
Ibu bapak sekalian, seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai, saya meyakini dan percaya, bahwa rakyat Indonesia adalah orang-orang yang kuat dan orang-orang yang tangguh dan orang-orang yang baik, dan rakyat kecil selalu menjadi penjaga ketangguhan RI, rakyat kebanyakan yang selalu berada di garis terdepan menjaga kelenturan, menjaga keuleten dan melewati krisis-krisis.
Karena itu ketika terdengar kabar hari ke depan akan ada operasi mulai dari intimidasi, mulai dari penggiringan opini satu putaran untuk salah satu paslon, saya percaya rakyat Indonesia akan menghadapi dengan hati nurani, akan melawannya dengan hati nurani, dan akan menunjukan bahwa kamilah yang mententukan arah masa depan, rakyatlah yang menentukan masa depan, bukan segelintir orang di ruang tertutup.
Kami yakin di luar sana aparat pemerintah, baik ASN, polisi, TNI, mereka pun rakyat Indonesia yang menginginkan anak-anaknya punya masa depan yang baik, yang menginginkan kebutuhan pokoknya terjangkau, yang menginginkan pendidikan berkualitas, saya yakin mereka juga akan menjunjung tinggi hati nurani walau mendapat tekanan yang tak terlihat.
Mereka akan menjaga sumpah jabatan, mereka akan menghidupkan hati nurani, mereka akan menjaga kehormatan, kita sampaikan rasa hormat ke seluruh jajaran polisi, seluruh jajaran TNI, seluruh birokrasi, yang telah bekerja keras mengayomi dan menjaga rakyat. Insyaallah mereka juga akan menjaga netralitas di 14 Februari yang akan datang.
Semua akan keluar dari 14 Februari dengan rasa hrmat, karena menjaga etika, menjaga adab, menjaga kehormatan. Dan kita akan bilang, kita akan bisa mengatakan, wakanda no more, wakanda no more, wakanda no more.
Kita kembalikan Indonesian sebagai negari yang tidak menakutkan kepada siapapun, negeri yang tidak mengancam kebebasan mengkritik kepada yang sedang memegang kewenangan, negeri yang memberikan kebabasan berungkap untuk siapa pun yang mencintai Indonesia.
Ibu bapak saudara sekalian yang saya hormati, hari-hari ke depan adalah hari perjuangan, dan hari kemarin adalah hari rekam jejak kita, kepada semua yang telah bekerja selama ini, seluruh keluarga besar relawan Indonesia. Mana suara relawan…….3x , yang sudah bekerja selama ini, saudara-saudara semua ibu dan bapak sekalian telah berhasil menggelorakan semangat perubahan melampaui batas-batas yang diperkirakan sebelumnya.
Ibu bapak sekalian, kami yang pernah bekerja di sini, boleh saya sampaikan, belum pernah menyaksikan JIS dipenuhi orang sebanyak ini, belum pernah juga rapat akbar politik dipenuhi oleh orang sebanyak ini dari seluruh indineosia.
Kita telah melakukan perubahan kampanye, semua yang terlibat menjadi aktor-aktor perubahan kampanye di Indonesia.
Saudara-saudara bukan penonton, bukan hadirin, saudara-saudara adalah penggerak perubahan. Saudara-saudara hadir membawa harapan itu, menjaga tumbuh setahun lebih perjalanan ini dan saudara-saudara menggaungkan ke seluruh Indonesia, lokasinya jauh dari ibukota, tapi semangatnya menyala amat kuat untuk perubahan.
Itulah sebabnya kita sekarang menyaksikan kumpulan jutaan orang yang datangnya membawa semangat luar biasa, izinkan bara semangat ini menular ke seluruh Indonesia, untuk Indonesia yang lebih baik, ke seluruh pribadi Indonesia, dan biarkan semua merasa bangga, bahwa kami di saat Indonesia di persimpangan jalan, kami bukan penonton yang hanya menyaksikan dari pinggiran, kami yang berjuang untuk melakukan perubahan.
Ibu bapak bisa mengatakan itu, jutaan jumlahnya, gak bisa datang ke JIS, mereka badannya tidak di JIS, tapi jiwanya ada bersama Indonesia.
Para pegiat-pegiat partai, pimpinan partai, pengurus partai, kader yang memilih rute perubahan, mereka adalah orang-orang yang tidak bisa disandera, orang-orang yang membawa semangat perubahan, mereka yang tidak gentar dengan ancaman. Kelak mereka bisa katakan, “Bung di saat partai-partai lain tersandera, kami bukan bagian dari partai-partai yang tersandera, kami menjadi bagian dari partai-partai yang menjaga marwah demokrasi Indonesia”.
Hari ini mungkin media tidak menuliskan mereka dengan banyak, pemerintah tidak memberi tempat cerita tentang mereka, tapi yakinlah sejarawan akan mencatatkan keberanian partai, tapi yakinlah Tuhan yang Maha Esa, Allah yang Maha Kuasa akan mencatat ini sebagai perjuangan jihad untuk demokrasi Indonesia.
Ini semua berangkat dari keyakinan, man jadda wa jadda. If there is a will there is a way. Allah buka jalan untuk keberhasilan, jika ada niat baik Allah turunkan ridho untuk membukakan kemudahan, jika dijalankan dengan cara baik, Allah akan bukakan cara-cara baru yang belum pernah ada sebelumnya. Itulah perjalanan kita selama setengah tahun ini, dimulai dengan segala macam label yang diberikan, tapi kita jalan terus dengan niat baik, dengan mengedepankan ketulusan, keikhlasan dan kecintaan kepada Republik Indonesia yang didirikan oleh orang-orang berintegritas. Kita menjaga marwah demokrasi Indonesia, tepuk tangan buat semua yang hadir di sini.
Dan lagi-lagi, ini adalah jenis pejuang yang ketika diguyur hujan tidak lumer, yang ketka didera panas matahari tidak luluh. Ini adalah pribadi-pribadi yang akan menjaga demokrsi Indonesia.
Saudara sekalian, hari-hari ke depan adalah puncak dari perjuangan. Satu tahun lebih, siapkah untuk menjaga seepenuh hati? siapkah untuk mengawasi sepenuh hati? siapkah untuk bisa menjangkau semua dengan sepenuh hati?
Saudara sekalian, perubahan ini tidak akan datang begitu saja, perubahan ini harus kita perjuangkan sampai tuntas. Insyaallah empat hari ke depan adalah empat hari yang penuh dengan kemudahan. Dan semoga 14 Februari akan kita rayakan , akan kita syukuri, dan bisa menyebutnya sebagai hari perubahan Indonesia.
Amin Allahumma Amiin
Ingat kodenya, saatnya perubahan.
Kita kerjakan sama-sama, satu kali lagi.. Saatnya perubahan.
Ibu bapak sekalian yang saya cintai dan banggakan, terima kasih ke semua yang sudah hadir, terima kasih bagi semua menjadi bagian dari perubaham. Saya dan Gus Imin akan membawa amanat ini sepenuh hati, dan pesan yang paling sering kami temui di lapangan, “Pak tolong Pak, tolong jangan khianati kami. Pak tolong jangan khianati kami.
Maka kami jawab, saudara sekalian jangan hukum kami atas perbuatan orang lain, insyaallah kami akan istiqamah menjaga amanah yang diberikan kepada kami. Kita memasuki arena ini bawa etika, membawa kehormatan, kita masuki perjuangan ini dengan membawa niat baik dan kecintaaan kepada republik Indonesia, maka akan menjaga amanat ini dengan baik, semoag Allah meridhoi perjuangan ini, semoga Allah SWT membuka pintu keberhasilan untuk kita, semoga Allah SWT mengantarkan Indonesia menjadi negeri adil makmur untuk semua, negeri yang mencintai warganya, negeri yang mengayomi rakyatnya, negeri yang memberi welas asih kepada rakyatnya, tapi juga negeri yang tegas menghadapi koruptor, negeri memberikan efek jera kepada orang yang merusak republik ini, negeri yang akan menghabisi komprador-kompmrador yang menjual negeri ini dengan murah ke kekuatan asing.
Tega kepada pelanggar, tapi negeri yang halus ke rakyat yang lemah yang papa, yang perlu membutuhkan dukungan, sebuah negeri yang bisa buat kita katakan,, “Syukur alhamdulillah untung kita jadi orang Indonesia, syukur untung kita lahir di Indonesia, syukur ahamdulillah untung kita dididik di Indonesia, syukur alhamdulillah kita bisa bekerja dengan baik di Indonesia, di tanah kita dilahirkan, di tumpah darah ibu kita.
Insyaallah suasana itu akan tumbuh lagi.
Terima kasih, ke semua yang berjalan kaki, naik sepeda, naik sepeda motor, yang telah melewati semua hambatan dan rintangan. Terima kasih buat mereka yang berjuang.
Keringat kalian semua, keringat kalian semua jernih seperti kristal, karena mencerminkan niat tulus yang ada dalam di jiwa raga kita. Jernih yang menyala, jernih yang memukau, yang akan membuat negeri kita mau dan dihormati dunia, negeri yang warganya sehat, yang warganya cerdas dan yang warganya menjunjung etika.
Wassalamualaikum warahmatulllaahi wabarakatuh.

