Bagikan

Mengenal Sosok Dudung Abdurachman, Jenderal Tegas yang Kini Pimpin Staf Kepresidenan

JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Negara. Dudung menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Muhammad Qodari.

​Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 50, 51, 52, dan 53 Tahun 2026 mengenai pemberhentian dan pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029. Sebelum dilantik sebagai KSP, Dudung menjabat sebagai penasihat khusus presiden bidang pertahanan nasional.

Berdasarkan informasi yang dirangkum investortrust.id dari berbagai sumber, Senin (27/4/2026), Dudung Abdurachman lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 19 November 1965. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988 dari kecabangan Infanteri.

Baca Juga

Prabowo Reshuffle Kabinet Hari Ini, Qodari hingga Dudung Abdurachman Tiba di Istana

Kehidupan masa kecilnya dikenal penuh perjuangan, setelah ayahnya wafat saat ia masih remaja, Dudung harus membantu ekonomi keluarga dengan menjadi loper koran hingga penjual kue klepon di lingkungan Kodam III/Siliwangi.

Karier militernya mulai meroket saat ia menjabat sebagai Gubernur Akademi Militer pada periode 2018–2020. Di posisi tersebut, ia dikenal sebagai sosok yang sangat memperhatikan kesejahteraan dan pembangunan karakter para taruna. Gaya kepemimpinannya yang lugas mulai menarik perhatian publik nasional, terutama dalam upayanya menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan antiterorisme sejak dini di lingkungan pendidikan militer.

Nama Dudung semakin dikenal luas oleh masyarakat Indonesia ketika ia menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya pada tahun 2020. Di tengah situasi politik ibu kota yang dinamis, ia mengambil langkah berani yang memicu perbincangan nasional, salah satunya adalah perintah penertiban baliho yang dianggap melanggar aturan dan berpotensi memecah belah persatuan.

Ketegasannya dalam menjaga stabilitas keamanan di Jakarta membuatnya dipandang sebagai jenderal yang tidak ragu mengambil risiko demi menjaga marwah negara. Keberhasilannya menjaga stabilitas di ibu kota membawanya ke posisi strategis sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada Mei 2021.

Tak butuh waktu lama, hanya dalam hitungan bulan, Presiden Joko Widodo melantiknya menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) pada 17 November 2021, menggantikan Jenderal TNI Andika Perkasa yang dipromosikan menjadi Panglima TNI. Sebagai Kasad, ia fokus pada modernisasi alutsista dan penguatan doktrin prajurit.

Baca Juga

Prabowo Dikabarkan Reshuffle Kabinet Hari Ini, Siapa yang Dilantik?

Selama menjabat sebagai Kasad, Dudung dikenal dengan jargon "TNI AD di Hati Rakyat." Ia sering menekankan bahwa prajurit TNI harus hadir memberikan solusi bagi kesulitan masyarakat, sekecil apa pun itu.

Setelah memasuki masa purnatugas dari militer aktif pada akhir 2023, Dudung tidak lantas meninggalkan dunia pengabdian publik. Ia kemudian diangkat menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, sebuah posisi yang memungkinkannya memberikan masukan strategis langsung kepada kepala negara mengenai stabilitas kedaulatan. Kini, Dudung resmi akan memimpin Kantor Staf Presiden (KSP).

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024