Intip Profil M. Qodari, Sosok yang Dipilih Prabowo Subianto jadi Kepala Badan Komunikasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto menggelar perombakan Kabinet Merah Putih. Sosok Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari diberikan tugas baru menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Presiden Prabowo Subianto melantik M Qodari sebagai kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). Pelantikan Qodari yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Kantor Staf Presiden (KSP) itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 52P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan komunikasi pemerintah.
Saat dikonfirmasi mengenai isu tersebut, Qodari menyatakan, reshuffle kabinet merupakan prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Untuk itu, Qodari meminta untuk menunggu perkembangan dari Prabowo.
"Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangannya dari Bapak Presiden," kata Qodari saat dikonfirmasi awak media.
Sebelumnya, sosok Qodari diangkat Prabowo Sebagai Kepala KSP melalui Keputusan Presiden RI Nomor 137/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan.
Baca Juga
Pria kelahiran Palembang, 15 Oktober 1973 ini dikenal sebagai pengamat politik dan periset. Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI)1997 tersebut dikenal fokus pada psikologi sosial. Usai lulus dari UI, Qodari melanjutkan studi magister di Universitas of Essex, Inggris. Dia mempelajari perilaku politik dan menyelesaikannya pada 2002.
Di tengah-tengah studinya, Qodari juga berkarir di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada 199-2001. Dia bergabung dengan Center for Strategic and International Studies (CSIS) hingga 2003.
Qodari menjabat Direktur Riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) pada 2003-2005. Dia kemudian diangkat menjadi Wakil Direktur Eksekutif LSI hingga 2006. Pada akhir 2006, Qodari mendirikan Indo Barometer.
Selain di lingkungan politik, Qodari juga tercatat menjadi Komisaris PT Pertamina Hulu Energi.
Dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) terakhir yang diunggah, per 2024, Qodari mengaku memiliki 176 bidang tanah dan bangunan dengan nilai total Rp 182,7 miliar. Ratusan tanah dan bangunan yang diklaim hasil sendiri itu tersebar di berbagai daerah, seperti Jakarta, Depok, Bogor, Sukabumi, Lampung, Palangka Raya, Balikpapan, hingga Lombok Utara dan Pulang Pisau.
Selain tanah dan bangunan, Qodari juga mengaku memiliki empat unit mobil, yakni Toyota Kijang Innova, Neta V-II, Honda CMX500 Rebel, dan Wuling Air EV Long Range. Seluruh mobil milik Qodari itu ditaksir senilai 933 juta. Kmeudian, Qodari juga mengaku memiliki harta bergerak lainnya senilai 9,8 miliar, surat berharga Rp 475 juta, kas dan setara kas senilai 70,7 miliar, serta harta lainnya senilai Rp 11 juta.
Dalam LHKPN itu, Qodari mengaku memiliki utang Rp 2,8 miliar. Dengan demikian, total harta Qodari yang dilaporkan kepada KPK mencapai Rp 261.937.383.652.

