Pertumbuhan Laba Diprediksi Tetap Terjaga, Begini Target Saham Bank Jago (ARTO)
JAKARTA, investortrust.id – Pertumbuhan kinerja keuangan PT Bank Jago Tbk (ARTO) diprediksi berlanjut dalam beberapa tahun ke depan, seiring keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan kredit dan perbaikan kualitas aset. Hal ini tercermin dari lompatan kinerja keuangan keuangan tahun 2023.
BRI Danareksa Sekuritas menilai lompatan kinerja keuangan tahun lalu memang masih di bawah estimasi awal. Namun, Bank Jago berhasil meningkatkan kualitas kredit melampaui perkiraan. Indikatornya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang berhasil diturunkan dari 1,1% pada kuartal III-2023 menjadi 0,8% pada kuartal IV-2023. Di saat yang sama kredit tumbuh pesat mencapai 38%.
Baca Juga
Laba Bank Jago (ARTO) Melesat 355%, Bagaimana dengan Sahamnya?
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, Senin (25/3/2024), menargetkan kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 130 miliar tahun 2024, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 72 miliar. Begitu pula dengan laba operasi sebelum pencadangan atau PPOP diestimasi meningkat dari Rp 488 miliar menjadi Rp 619 miliar.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Neura Reyham Muchlis dan Victor Stefano menjelaskan, ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan ARTO tahun ini mempertimbangkan target managemen terhadap pertumbuhan kredit sebanyak 30%. “Pertumbuhan kredit perseroan juga diharapkan datang dari kontribusi PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN),” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Dengan potensi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 4.500.
Baca Juga
Dorong Edukasi dan Literasi Keuangan, Bank Jago (ARTO) Luncurkan Game Ini
Dengan target harga Rp 4.500 terbuka potensi penguatan harga saham ARTO sebesar 66,6%, dibandingkan dengan harga penutupan saham ARTO akhir pekan lalu level Rp 2.700.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan BRI Danareksa Sekuritas terhadap margin keuntungan bersih (NIM) Bank Jago mencapai 9,1% tahun ini. Begitu juga NPL gross diperkirakan turun menjadi 1%, biaya kredit cost of credit (CoC) diharapkan mencapai 69%, dan ROAE mencapai 1,5%.
Bank Jago (ARTO) pekan lalu mengumumkan lompatan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) sebanyak 355% menjadi Rp 72 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 16 miliar. Pertumbuhan laba tersebut didukung strategi Bank Jago yang mengedepankan inovasi dan kolaborasi dengan ekosistem digital.
Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung mengatakan, Bank Jago konsisten menunjukkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), penyaluran kredit, dan jumlah nasabah. “Hingga akhir 2023, jumlah DPK mencapai Rp 12,1 triliun atau tumbuh 46% dari perolehan akhir 2022 senilai Rp 8,3 triliun,” katanya.
Sebanyak 65% atau Rp 7,9 triliun DPK berasal dari current account and savings account (CASA). Sedangkan 34,7% atau Rp4,2 triliun merupakan simpanan nasabah dalam bentuk deposito. “Jumlah pinjaman pada akhir 2023 mencapai Rp 13 triliun atau melesat 38% dari akhir 2022 senilai Rp 9,4 triliun,” ujar dia.
Baca Juga
Bank Jago (ARTO) Bakal Luncurkan Direct Lending di Semester I-2024
Bank Jago juga mencatatkan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross menjadi 0,8% pada 2023.
Lompatan kredit berimbas terhadap peningkatan pendapatan bunga bersih perseroan menjadi Rp 1,6 triliun sepanjang 2023. Sedangkan laba bersih setelah pajak (net profit after tax) naik 355% menjadi Rp 72 miliar.
Bank Jago (ARTO) juga menorehkan total aset menjadi Rp 21,3 triliun atau tumbuh 26% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 17 triliun. “Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) mencapai 62%, yang menunjukkan kuatnya tingkat permodalan untuk mendukung ekspansi bisnis ke depan,” ucap Arief.
Estimasi Kinerja Keuangan ARTO

