Buana Lintas (BULL) Tambah Kapal Tanker LNG Kedua, Perkuat Bisnis Transportasi Gas
JAKARTA, investortrust.id – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menambah satu unit kapal tanker LNG dengan kapasitas sekitar 78.000 DWT. Penambahan ini memperkuat posisi perseroan sebagai pelayaran nasional di segmen transportasi LNG.
Kapal dengan panjang keseluruhan sekitar 280 meter ini dijadwalkan akan diserahterimakan pada kuartal I-2026. “Penambahan armada ini mencerminkan komitmen perseroan untuk terus berkembang di segmen transportasi LNG, baik melalui pertumbuhan organik seperti pembelian kapal tanker LNG maupun pertumbuhan non-organik melalui akuisisi perusahaan kapal tanker LNG,” tulis penjelasan resmi BULL di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/3/2026).
Baca Juga
Kapal Tanker Hadapi Ancaman di Selat Hormuz, Harga Minyak Melonjak Lebih 4%
Penambahan armada ini sebagai wujud pilar kedua strategi transformasi empat pilar bisnis BULL, yakni transportasi LNG. Perseroan menilai pasar LNG memiliki prospek pertumbuhan kuat, seiring dimulainya gelombang ketiga ekspansi LNG global.
Ekspansi tersebut diperkirakan akan menghasilkan tambahan kapasitas fasilitas pencairan gas lebih dari 200 juta ton per tahun hingga 2030. Sekitar 97 juta ton per tahun kapasitas baru diperkirakan mulai hadir pada 2025 dan 2026, dengan produksi maksimum pada 2026 dan 2027.
Kondisi ini diperkirakan mendorong peningkatan pengiriman kargo LNG ke kawasan Asia yang secara signifikan meningkatkan permintaan untuk kapal tanker LNG. Permintaan tersebut diproyeksikan tumbuh kumulatif sekitar 30,7% pada 2026–2027, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan armada kapal tanker LNG yang diperkirakan hanya sekitar 19,2%. “Selisih tersebut berpotensi menimbulkan pengetatan pasar sekitar 11,5%,” tulisnya.
Baca Juga
IHSG Dibuka Naik Tipis 9,45 Poin, Sahham UANG Lanjutkan Lompatan Harga
Selain itu, perkembangan geopolitik terkait Iran dan Rusia diperkirakan memperkuat ekspansi permintaan kapal LNG. Bahkan, saat ini tarif kapal tanker LNG telah melonjak hampir 18 kali lipat sejak akhir Februari 2026. Disebutkan tarif sewa telah mencapai US$ 300.000 per hari untuk pengiriman kargo spot.
Ke depan, BULL berkomitmen melanjutkan transformasi bisnis melalui pengembangan empat pilar utama, yakni transportasi minyak mentah dan produk minyak di pasar domestik dan global, transportasi LNG, Floating Production Storage Offloading/Floating Storage Offloading (FPSO/FSO) untuk fasilitas produksi dan penyimpanan minyak dan gas lepas pantai, serta Floating Storage and Regasification Unit (FSRU) untuk regasifikasi LNG.

