Jelang Rilis Lapkeu 2025, Analis Ramal Kinerja GOTO Positif
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan merilis laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit untuk tahun buku 2025 besok atau Rabu (11/3/2026). Publikasi laporan keuangan tahunan tersebut menjadi salah satu momentum yang dinantikan investor.
Laporan keuangan tahunan 2025 diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif terhadap kinerja operasional GoTo sepanjang tahun lalu, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun peningkatan profitabilitas. Sejumlah analis memprediksi GOTO catatkan kinerja yang positif secara keseluruhan.
Optimisme tersebut tidak lepas dari kinerja perseroan hingga September 2025 yang menunjukkan tren perbaikan yang konsisten, dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Di antaranya, GOTO membukukan EBITDA Grup yang disesuaikan sebesar Rp 1,33 triliun. Angka tersebut mendekati target tahunan perusahaan yang berada pada kisaran Rp 1,8-1,9 triliun.
Baca Juga
Fokus Keberlanjutan, Prospek dan Target Harga Saham GOTO Menarik!
Sejumlah analis meyakini bahwa performa tersebut menjadi indikasi kuat bahwa target kinerja GOTO tahun 2025 optimistis tercapai. Dengan tren pertumbuhan pendapatan dan efisiensi yang berlanjut pada kuartal terakhir 2025, kinerja bottom-line perusahaan diperkirakan semakin solid.
Analis OCBS CSekuritas Gani mengungkap bahwa capaian tersebut didukung oleh eksekusi strategi perusahaan yang semakin disiplin dalam mengelola operasional serta fokus pada peningkatan monetisasi layanan.
Menurutnya, inovasi produk dan penguatan ekosistem di segmen On-Demand Services (ODS) maupun teknologi finansial turut menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan kinerja perusahaan sepanjang tahun lalu.
Baca Juga
“Strategi monetisasi yang lebih disiplin serta inovasi layanan di segmen ODS dan fintech memberikan dampak positif terhadap profitabilitas. Kami melihat langkah-langkah tersebut menjadi kunci bagi GoTo dalam mencapai target adjusted EBITDA Grup tahun 2025,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perkembangan penting lainnya, yakni keberhasilan GOTO mencatatkan arus kas bebas (free cash flow) yang disesuaikan positif pada kuartal III 2025. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan perusahaan menuju profitabilitas yang berkelanjutan.
“Ini menjadi milestone yang signifikan karena tidak hanya mencerminkan efisiensi belanja modal, tetapi juga menunjukkan bahwa perusahaan mulai mampu menghasilkan arus kas secara mandiri dari aktivitas operasionalnya,” tambahnya.
Baca Juga
Menjelang rilis laporan keuangan tahunan, sejumlah rumah riset juga memberikan pandangan positif terhadap prospek saham GoTo. Pada penghujung Februari, Macquarie memberikan mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 90 per saham.
Sementara itu, Mandiri Sekuritas juga mempertahankan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 100 per saham. Rekomendasi tersebut mencerminkan optimisme terhadap keberlanjutan perbaikan fundamental perusahaan di tengah dinamika industri teknologi yang semakin kompetitif.
Adapun, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan harga saham GOTO sebanyak 3,64% menjadi Rp 57 pada perdagangan intraday sesi II, Selasa (9/3/2026).

