Bangun Kosambi (CBDK) Cetak Kenaikan Laba 33,97% di 2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Bangun Kosamsi Sukses Tbk (CBDK) meraup lompatan laba tahun berjalan sebanyak 33,97% menjadi Rp 1,46 triliun pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,09 triliun.
Manajemen anak usaha PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/3/2026), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut mendorong peningkatan laba atribusi kepada pemilik entitas induk dari Rp 924,75 miliar menjadi Rp 1,36 triliun. Laba per saham juga naik dari Rp 181,25 menjadi Rp 241,45 per saham.
Baca Juga
Divestasi Saham Bangun Kosambi (CBDK), Grup Salim Raup Rp 157,5 Miliar
Peningkatan laba tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih perseroan dari Rp 2,24 triliun menjadi Rp 2,50 triliun. Bahkan, pertumbuhan laba bruto lebih tinggi menjadi Rp 1,65 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 1,27 triliun seiring penurunan beban pokok pendapatan.
Laba sebelum pajak penghasilan CBDK meningkat dari Rp 1,09 triliun menjadi Rp 1,51 triliun. Kenaikan picu pertumbuhan laba tahun berjalan dari Rp 1,09 triliun menjadi Rp 1,46 triliun.
Perusahaan yang dikendalikan Agung Sedayu dan Salim Group ini mencatatkan peningkatan pesat total aset dari semula Rp 20,26 triliun menjadi Rp 22,57 triliun. Sebaliknya total liabilitas turun dari Rp 11,94 triliun menjadi Rp 10,59 triliun.
Baca Juga
Sebelumnya, CBDK mengumumkan perolehan pra penjualan sebesar Rp 430 miliar sepanjang 2025, setara dengan 85% dari target pra penjualan tahun 2025 sebesar Rp 508 miliar. Capaian ini mencerminkan disiplin eksekusi CBDK dalam menjaga kualitas pertumbuhan di tengah dinamika pasar properti.
Penyumbang utama datang dari penjualan kaveling tanah komersial dengan realisasi sebesar Rp 343 miliar atau 80% dari total pra-penjualan. Segmen produk komersial mencatatkan pra-penjualan sebesar Rp 83 miliar (19%), sementara segmen residensial berkontribusi sebesar Rp 4 miliar (1%).
“Dominasi kaveling tanah komersial menegaskan daya tarik kawasan CBD PIK2 sebagai pusat aktivitas bisnis yang tetap relevan bagi pelaku usaha dan investor, meskipun permintaan properti secara umum mengalami penyesuaian,” tulis manajemen CBDK.

