IHSG Sesi I Terjun Parah 4,32%, Perang Iran dan Penurunan Outlook Utang Indonesia Jadi Penekan
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (4/3/2026), ditutup anjlok sebanyak 343,19 poin (4,32%) menjadi 7.596. Rentang pergerakan 7.584-7.939 dengan nilai transaksi Rp 17,67 triliun.
Penurunan hebat IHSG hari ini dipicu kejatuhan indeks saham dunia di tengah kekhawatiran perang Iran jatuhkan ekonomi dunia. Penurunan indeks juga datang dari sentiment negative outlook utang Indonesia diturunkan dari stable jadi negative.
Baca Juga
Ikut Moody’s, Fitch Revisi Turun Outlook RI Jadi Negatif Dipicu Risiko Fiskal
Seluruh sektor saham catatakan penurunan dahsyat, tertinggi saham sektor material dasar melemah 8,03%, sektor trasnportasi 6,80%, sektor consumer primer 5,60%, dan sektor infrastruktur 5,07%. Penurunan lebih dari 4% melanda saham sektor energi dan industry. Sektor keuangan anjlok lebih dari 2,97%.
Seluruh saham big cap berguguran sesi I hari ini, seperti BREN, EMAS, MLPT, DSSA, PANI, TPIA, BRPT, CUAN. Pelemahan juga melanda saham perbankan, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham ini cetak kenaikan harga yang pesat, seperti SOTS naik 24,59% menjadi Rp 1.140, IFSH naik 22,69% menjadi Rp 3.190, MASB menguat 22,62% menjadi Rp 3.740, SULI naik 14,68% menjadi Rp 125, dan BRRC melesat 13,40% menjadi Rp 110.
Baca Juga
Ketahanan Energi RI Hanya 25 Hari, Bahlil Targetkan Peningkatan 'Storage' hingga 3 Bulan
Kemarin, IHSG kembali terjungkal sebanyak 77,06 poin (0,96%) menjadi 7.939. Sebaliknya pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 3,44 triliun di seluruh pasar setelah adanya crossing saham SGRO Rp 4,73 triliun melalui pasar negosiasi.
Penurunan indeks kemarin dipicu kejatuhan saham sektor material dasar dengan pelemahan 3,85%, sektor transportasi 2,10%, sektor consumer primer 1,05%, sektor infrastruktur 0,86%, sektor property 0,87%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor energi dan industry.
Sebaliknya sejumlah saham ini tetap perkasa dengan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MPOW sebanyak 34,38% menjadi Rp 129 dan RMKO naik 25% menjadi Rp 725. Kenaikan juga melanda saham ARTA sebanyak 24,19% menjadi Rp 3.850, IFSH naik 23,81% menjadi Rp 2.600, dan HUMI naik 19,61% menjadi Rp 244.

