Ditopang Produksi dan Harga CPO, Eagle High (BWPT) Cetak Kenaikan Laba 39% di 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) mencatatkan kenaikan laba bersih 39% menjadi Rp 379 miliar pada 2025, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 272 miliar. Peningkatan laba ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan penguatan kinerja operasional.
Manajemen BWPT dalam rilis kinerja keuangan, Senin (2/3/2026), menyebutkan kinerja solid ditopang peningkatan produksi dan penjualan, harga crude palm oil (CPO) yang kondusif, serta penguatan fundamental operasional secara berkelanjutan.
Baca Juga
Kinerja Solid, PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) Tambah Kegiatan Usaha Baru
“Capaian ini menjadi refleksi dari konsistensi perseroan dalam menjaga kinerja sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang,” tulis Corporate Secretary Eagle High (BWPT) Rizka Dewi dalam penjelasan resminya.
Sepanjang 2025, BWPT membukukan kenaikan pendapatan 34% menjadi Rp 5,8 triliun, dibandingkan 2024 sebesar Rp 4,3 triliun. Pertumbuhan ini ditopang peningkatan volume penjualan 15% serta kenaikan harga jual rata-rata CPO.
Kenaikan pendapatan tersebut berdampak positif terhadap profitabilitas. Laba bersih 2025 tercatat Rp 379 miliar atau meningkat 39% dari Rp 272 miliar pada 2024. “Pertumbuhan laba ini mencerminkan kombinasi antara peningkatan pendapatan, efisiensi biaya, serta optimalisasi kinerja operasional di seluruh lini usaha,” terangnya.
Proyek Strategis
BWPT juga memperkuat fundamental melalui penyelesaian pembangunan extension mill di Kalimantan Timur. Proyek ini diharapkan meningkatkan kapasitas olah dan efisiensi proses produksi, sekaligus mendukung pertumbuhan volume produksi ke depan.
Memasuki 2026, BWPT akan melanjutkan pembangunan fasilitas Biogas dan Kernel Crushing Plant (KCP). Inisiatif ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk serta mendorong praktik operasional yang lebih berkelanjutan dan optimalisasi pemanfaatan hasil samping produksi.
Dari sisi keberlanjutan, BWPT meraih satu sertifikasi RSPO dan satu sertifikasi ISPO sepanjang 2025. Sertifikasi tersebut memperkuat komitmen terhadap praktik perkebunan kelapa sawit yang bertanggung jawab sesuai standar nasional maupun internasional.
Baca Juga
Harga Referensi CPO Melonjak karena Permintaan India dan China
Komitmen itu juga tercermin dari peningkatan skor Sustainability Policy Transparency Toolkit (SPOTT) menjadi 85,67 pada 2025, naik 4,31% dari 81,4% pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam memperkuat transparansi dan praktik keberlanjutan.
Selain itu, perseroan terus mendorong operational excellence melalui peningkatan produktivitas kebun, efisiensi biaya produksi, penguatan tata kelola, serta pengembangan sumber daya manusia guna menjaga kinerja yang sehat dan berkelanjutan.
“Dengan fundamental yang semakin kuat, dukungan proyek strategis yang telah dan akan dijalankan, capaian sertifikasi keberlanjutan, serta fokus pada efisiensi dan tata kelola, BWPT optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan dan terus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.

