'Rights Issue' Rp 504 Miliar, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) Perkuat Ekspansi Bisnis Solusi Transportasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), anak usaha dari Indomobil yang bergerak di bidang jasa keuangan dan transportasi dilaporkan tengah memperkuat strategi ekspansi bisnis melalui aksi korporat rights issue senilai Rp 504,83 miliar yang telah rampung pada Desember 2025. Dana segar tersebut difokuskan untuk mendukung pengembangan anak usaha, PT CSM Corporatama, yang bergerak di bisnis sewa kendaraan dan solusi transportasi korporat.
Sebagaimana diberitakan, langkah ini merupakan Penawaran Umum Terbatas IV dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dengan harga pelaksanaan Rp 230 per saham. Pemegang saham pengendali, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), berkomitmen menyerap seluruh haknya dan bertindak sebagai pembeli siaga, sehingga pelaksanaan aksi korporat berjalan optimal.
Corporate Secretary PT Indomobil Multi Jasa Tbk, Syafitri Meitasari mengatakan dana yang diperoleh IMJS dari hasil PUT IV HMETD digunakan untuk mendukung kegiatan usaha PT CSM Corporatama serta membiayai kegiatan operasionalnya. "Nilai transaksi adalah sebesar Rp 499.285.500.000. Transaksi penyetoran modal ini dilaksanakan pada 24 Desember 2025," tulis Syafitri seperti dikutip dalam keterbukaan informasi perseroan ke Bursa Efek Indonesia pada akhir Desember lalu (Jumat, 26/12/2025).
Syafitri merinci, dana tersebut akan digunakan untuk penambahan armada kendaraan, modal kerja operasional, serta penguatan kapasitas layanan di berbagai wilayah operasional.
Sementara dalam prospektus manajemen IMJS menilai ekspansi ini sejalan dengan fokus perusahaan dalam memperkuat segmen sewa kendaraan, yang hingga sembilan bulan 2025 menyumbang sekitar 60% dari total pendapatan konsolidasi. CSM sendiri merupakan salah satu pemain utama di industri transportasi korporat dengan basis pelanggan perusahaan besar dari berbagai sektor.
Baca Juga
Saham Indomobil (IMAS) dan Anak Usahanya (IMJS) Mendadak Terbang ARA, Isu Ini Pemicunya
Bukukan kenaikan pendapatan konsolidasi
Bicara kinerja, IMJS membukukan pendapatan konsolidasi Rp 4,23 triliun hingga September 2025, tumbuh 4,2% secara tahunan. Akan tetapi, laba bersih tercatat relatif terbatas dengan margin laba bersih 2,4%, seiring tingginya beban bunga akibat struktur pendanaan berbasis utang.
Rights issue juga diharapkan dapat memperbaiki struktur permodalan IMJS dan mengurangi ketergantungan pada pendanaan berbasis liabilitas dalam mendukung ekspansi bisnis. Per September 2025, rasio debt-to-equity IMJS tercatat 5,76 kali, mencerminkan karakter bisnis yang padat aset dan pembiayaan.
Dari sisi pasar, saham IMJS sempat mencatat kenaikan signifikan sepanjang 2025 seiring sentimen positif rights issue. Meski demikian, pergerakan saham selanjutnya menunjukkan volatilitas, mencerminkan penyesuaian ekspektasi investor terhadap dampak fundamental ekspansi.
Analis menilai keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada eksekusi CSM, khususnya dalam menjaga tingkat utilisasi armada, efisiensi biaya operasional, serta kemampuan menghasilkan arus kas yang berkelanjutan.
Sekadar informasi, PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) berdiri pada tanggal 2 Desember 2005 dengan nama PT Multi Tambang Abadi dengan lingkup usaha pertambangan dan jasa. Pada Januari 2013, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMSI) mengakuisisi 90,00% modal saham Perseroan dari PT Tritunggal Intipermata dan 9,89% modal saham Perseroan dari PT Indomobil Manajemen Corpora.
Kemudian pada Februari 2013, bersamaan dengan perubahan tujuan usaha, Perseroan mengubah namanya menjadi PT Indomobil Multi Jasa (IMJ) dengan lingkup usaha menjadi perdagangan, perbengkelan, jasa, dan pengangkutan.
Perseroan melangkah ke bursa saham dalam negeri melalui Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) yang diikuti dengan pencatatan saham berkode “IMJS” di PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 10 Desember 2013, yang mengubah status Perseroan menjadi Perusahaan Terbuka.
Ke depan, IMJS memproyeksikan ekspansi bisnis sewa kendaraan dapat menjadi pendorong pertumbuhan jangka menengah, seiring meningkatnya permintaan solusi transportasi korporat dan logistik di berbagai daerah di Indonesia.

