IHSG Ditutup ATH 9.032, Saham Big Cap BREN hingga EMAS Jadi Pendorong
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (14/1/2026), ditutup lompat ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) setelah menguat 84,28 poin (0,94%) menjadi 9.032. Bahkan, indeks sempat sentuh 9.049 dengan nilai transaksi Rp 227,40 triliun.
Lompatan tersebut didukung penguatan beberapa saham big cap, seperti BREN naik 4,89% menjadi Rp 9.650, MORA naik 6,36% menjadi Rp 13.800, DSSA menguat 2,83% menjadi Rp 107.975, PTRO menguat 7,59% menjadi Rp 12.400, CBDK naik 9,66% menjadi Rp 7.950, TINS naik 7,65% menjadi Rp 3.940, ANTM naik 5,41% menjadi Rp 4.090, BUMI menguat 3,94% menjadi Rp 422, dan EMAS naik 3,11% menjadi Rp 5.800.
Baca Juga
Mirae Asset: IHSG Optimistis Tembus 10.500 di 2026 Usai Cetak Rekor Berkali-kali Awal Tahun Ini
Penguatan tersebut juga didukung penguatan seluruh sektor saham, seperti konsumer primer 3,21%, infrastruktur naik 2,21%, industry 1,97%, energi 1,75%, sektor material dasar 1,26%, sektor property 1,58%, dan sektor keuangan 0,63%.
Adapun saham dengan kenaikan paling pesat di awal transaksi, yaitu saham AYLS menguat 34,38% menjadi Rp 258, ESTI melesat 34,29% menjadi Rp 141, SOTS menguat Rp 980 (25%) menjadi Rp 5.025, INDS naik 25% menjadi Rp 555, dan SOHO naik 24,90% menjadi Rp 3.210
ARA juga melanda saham SSTM naik 24,89% menjadi Rp 2.960, ROCK naik 24,82% menjadi Rp 1.735, BLUE menguat 24,56% menjadi Rp 4.260, dan RDTX naik 19,93% menjadi Rp 16.550. Meski tak ARA, saham berikut melesat KOCI menguat 31,31% menjadi Rp 260.
Baca Juga
Surplus Dagang China Tembus Rekor, meski Ekspor ke AS Terjun 20%
Kemarin, IHSG berhasil rebound lebih dari 63 poin (0,72%) menjadi 8.948 dengan pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham jumbo Rp 1,98 triliun. Net buy terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu MSIN Rp 684,96 miliar, INCO senilai Rp 282,95 miliar, dan ASII mencapai Rp 229,37 miliar.
Penguatan indeks ditopang saham nikel dengan sektor saham penopang utama, yaitu sektor material dasar 2,67%, sektor industry 2,12%, sektor property 1,77%, sektor keuangan 0,30%, dan sektor kesehatan 0,75%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, teknologi, dan transportasi.
Adapun saham yang catatkan lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham SOLA naik 34,62% menjadi Rp 175, ASPR sebanyak 34,31% menjadi Rp 137, saham IFSH naik 25% menjadi Rp 2.100, SOTS melesat 24,84% menjadi Rp 4.020, INDS naik 24,72% menjadi Rp 444, dan SOHO naik 24,76% menjadi Rp 2.580. Kenaikan juga melanda saham NICK lebih dari 23,46% menjadi Rp 1.515.

