Tether (USDT) Jadi Napas Baru Perdagangan Minyak Venezuela Pasca Penangkapan Maduro
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Venezuela mengalami sanksi dan hiperinflasi setelah mantan presiden Nicolás Maduro ditangkap pada 3 Januari 2026, dan dibawa ke Amerika Serikat. Meskipun menghadapi kondisi yang sulit, mata uang digital Tether (USDT) terus mendukung perdagangan minyak dan pembayaran sehari-hari di negara Amerika Selatan tersebut.
Perusahaan minyak milik negara Venezuela, Petróleos de Venezuela, memutuskan untuk menggunakan Tether (USDT) dalam transaksi penjualan minyaknya untuk menghindari masalah sistem perbankan yang gagal. Melansir dari Pintu, Selasa (13/1/2026), analis dan ekonom menyatakan bahwa penggunaan Tether (USDT) memungkinkan pembeli untuk mentransfer dana dari satu dompet digital ke dompet lain dengan mudah.
Beberapa bahkan menyiapkan alamat khusus untuk penjualan minyak, sementara yang lain menggunakan agen penukaran. Pembayaran ini memungkinkan pengiriman minyak berlanjut meskipun jalur pembayaran normal terhalang. Sekitar 80 dari setiap US$ 100 yang diterima negara dari penjualan minyak berasal dari mata uang digital. Karena pembayaran dicatat dalam buku besar publik, transaksi lebih mudah dilacak dan mencatat data dengan akurat.
Baca Juga
Ada Masalah Apa? Juventus Tolak Tawaran Akuisisi Saham Dari Tether
Namun, pejabat Amerika Serikat mulai melacak pembayaran ini dan bahkan bermitra dengan Tether untuk membekukan banyak dompet digital yang terkait dengan pembayaran minyak ini karena adanya ketidakberesan. Beberapa analis mengklaim bahwa catatan ini digunakan untuk melacak dana yang dipindahkan oleh pemerintahan Maduro secara ilegal.
Meskipun demikian, masyarakat dan bisnis di Venezuela terus menggunakan Tether (USDT) untuk menjual minyak, memindahkan uang, dan bertahan dalam kondisi yang sulit akibat sanksi berat dan masalah ekonomi jangka panjang. Ini menunjukkan ketangguhan dan adaptasi mereka dalam menghadapi krisis ekonomi yang parah.
Baca Juga
Seiring dengan terus menurunnya nilai mata uang lokal, bolivar, masyarakat Venezuela mulai kehilangan kepercayaan pada mata uang tersebut dan mencari alternatif yang stabil. Tether (USDT), yang nilai tukarnya dekat dengan dolar Amerika, menjadi pilihan populer. Warga mulai menggunakan Tether (USDT) untuk melindungi tabungan mereka yang semakin tergerus oleh inflasi.
Tether (USDT) juga memudahkan pengiriman dan penerimaan uang lintas negara, yang sangat dihargai oleh warga yang sering mengandalkan dukungan finansial dari keluarga di luar negeri. Dengan berjalannya waktu, semakin banyak orang yang menggunakan Tether (USDT) untuk transaksi sehari-hari, memberikan mereka lebih banyak kontrol dalam ekonomi yang tidak stabil.

