Awal Tahun, Saham DADA Melejit 35% Berkat Akselerasi Kinerja
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) berhasil torehkan penguatan pesat memasuk awal tahun 2026 dengan kenaikan mencapai 35% menjadi Rp 71 hingga intraday sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/1/2025).
Dengan torehan tersebut, DADA menjadi saham emiten property dengan kenaikan harga paling pesat di awal tahun ini. Kenaikan tersebut dinilai bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan sinyal perubahan fase yang mendorong optimisme investor terhadap prospek kinerja Perseroan.
Kenaikan harga ini menggambarkan peningkatan perhatian pasar terhadap fundamental saham DADA yang dinilai semakin solid. Emiten properti ini dikenal fokus pada pengembangan hunian bernilai tambah dengan strategi pengembangan yang adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Baca Juga
Direktur & CEO Diamond Citra (DADA) Bayu Setiawan mengungkapkan bahwa lonjakan saham tersebut sejalan dengan laba perseroan yang mengalami peningkatan signifikan pada laporan keuangan terakhir. “Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertahan, tetapi berhasil melakukan akselerasi bisnis secara nyata,” ujar Bayu di Jakarta, hari ini.
Berdasarkan data, DADA berhasil mencatatkan pertumbuhan laba hingga ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III 2025. Kenaikan ini menjadi indikasi awal bahwa valuasi lama tidak lagi mencerminkan fundamental saham DADA. “Harga saham di level Rp 50 mulai dipandang undervalued dibandingkan kondisi terkini,” terangnya.
Di kalangan analis pasar, saham DADA dinilai memasuki fase kebangkitan yang dikenal sebagai fase awakening, yakni transisi dari saham berkapitalisasi rendah yang kurang diperhatikan menuju saham dengan growth story baru. “Pergerakan semacam ini sering dibaca sebagai sinyal awal re-rating valuasi,” kata Bayu.
Baca Juga
Laba Bersih Melesat 455% di Kuartal III, Diamond Citra (DADA) Optimistis Kinerja Kuat Tahun Ini
Dia menambahkan, lonjakan agresif dalam waktu singkat juga kerap diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money dan respons atas perbaikan kinerja yang muncul lebih dahulu dibanding reaksi harga. Dengan pijakan kinerja yang nyata, pergerakan saham DADA dinilai berbeda dari kenaikan berbasis rumor atau sentimen sesaat.
Penguatan sekitar 35% dari level Rp 50 turut memperkuat persepsi bahwa pasar sedang merespons perubahan struktural di tubuh perseroan. Bayu menilai fokus investor kini mulai bergeser dari sekadar pertanyaan mengenai alasan kenaikan harga menuju estimasi mengenai seberapa jauh proses revaluasi dapat berlanjut.
Baca Juga
Trump Tarik AS Keluar dari 66 Organisasi Internasional, Gedung Putih Ungkap Alasannya
Di tengah pemulihan sektor properti serta meningkatnya selektivitas investor, saham DADA dinilai memiliki potensi melanjutkan tren positif, meski faktor risiko seperti kondisi makro global, daya beli, dan realisasi kinerja kuartalan tetap perlu diperhatikan.
“Ke depan, saham DADA berpeluang melanjutkan penguatan apabila Perseroan mampu menjaga kinerja penjualan, merealisasikan proyek sesuai rencana, serta menghadirkan katalis korporasi yang memberi nilai tambah bagi pemegang saham,” ujar Bayu optimistis.

